Trump Ngotot Menang Pemilu, Kemenangan Biden Akan Digagalkan

[PORTAL-ISLAM.ID]  Perjalanan Joe Biden menjadi presiden terpilih Amerika Serikat (AS) menjadi tidak mudah. Hal ini dikarenakan Presiden AS, Donald Trump yang belum juga mengakui kekalahannya.

Trump bahkan menyatakan dirinya akan berjuang mati-matian untuk mempertahankan kursi kepresidenan. Tidak hanya itu, Trump juga menyerukan kepada para anggota parlemen Partai Republik untuk membalikkan kekalahannya Biden saat mereka menggelar sesi gabungan Kongres AS pada 6 Januari mendatang untuk mengonfirmasi hasil voting Electoral College.

Sebelumnya diketahui hasil voting Electoral College dimenangkan Biden dengan perolehan 306 electoral votes melawan Trump dengan 232 electoral votes.

Seperti dilansir Associated Press, Selasa (5/1/2021), tekad Trump untuk berjuang sekuat tenaga itu disampaikan saat dia menghadiri kampanye untuk pemilu Senat di negara bagian Georgia pada Senin (4/1) malam waktu setempat.

"Mereka tidak akan mengambil Gedung Putih ini, kita akan berjuang mati-matian, saya memberitahu Anda sekarang," tegas Trump yang disambut sorakan para pendukungnya.

Ngotot Menang Pemilu, Trump Pimpin Protes Kemenangan Biden

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi akan berpidato di depan para pendukung yang berdemonstrasi menolak peresmian kemenangan Joe Biden di pilpres oleh Kongres.

Demonstrasi tersebut akan berlangsung di Washington pada Rabu (6/1/2021) waktu setempat.

"Saya akan berpidato di SAVE AMERICA RALLY besok di ELLIPSE pukul 11.00 waktu lokal. Datang lah lebih awal," kata Trump melalui kicauan di Twitter.

Trump mengajak para pendukungnya untuk datang. Ia menjanjikan demonstrasi di dekat Gedung Putih hari ini akan dihadiri kerumunan besar.

Sementara itu, Biden dikabarkan akan menyampaikan pidato hari ini dari rumahnya di Wilmington, Delaware, setelah menggelar pertemuan dengan para penasihat ekonomi.

Setelah Kongres meresmikan kemenangan Biden hari ini, politikus Partai Demokrat itu bersama wakilnya, Kamala Harris, akan dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden AS pada 20 Januari mendatang.

Meski telah ditetapkan, Trump berkeras menolak kekalahannya dari Biden dalam pemilu. Ia berkeras bahwa pemilu kali ini curang dan korup.

Trump terus membuat klaim sepihak soal kecurangan suara dan proses pemilu tanpa bukti mendasar, terutama kepada warga di negara bagian tempat ia kalah telak dari Biden.

Dikutip AFP, Trump bersama timnya terus mengajukan gugatan terkait hasil pemilu ke pengadilan. Namun, pengadilan menolak sebagian besar gugatan Trump dan menganulir beberapa lainnya.

Namun, sikap ngototnya ini terbukti memicu keraguan di kalangan pendukung Partai Republik.

Banyak pendukung Partai Republik percaya Trump yang memenangkan pemilu atau tidak yakin siapa yang menang dalam pesta demokrasi empat tahunan ini.

Hal itu didapat dari hasil survei terbaru pada Desember lalu.

Para pendukung Trump bahkan berharap ada kejutan di menit-menit terakhir jelang pelantikan Biden yang dapat membuat sang petahana tetap berkuasa di Gedung Putih.

Trump bahkan disebut meminta wakilnya, Mike Pence, menggagalkan kemenangan Biden ketika memimpin rapat pengesahan hasil pemilu oleh Kongres hari ini.[Detik/CNN]