Kecewa Komnas HAM

Kepada Jokowi, Komnas HAM Tegaskan Peristiwa Km 50 Bukan Pelanggaran HAM Berat

Ya Sudah....

Kalau begitu tolong dipublikasikan ke publik sejelas-jelasnya alasan pembununan empat dari enam orang para syuhada yang menurut penyelidikan dan terungkap masih hidup setelah ditangkap Polisi.

Tolong juga dipublikasikan ke publik siapa-siapa yang bertanggung jawab dan siapa-siapa oknum yang menembak ke enam orang rakyat yang tidak ada kesalahannya itu.

Sampai sekarang saya tidak habis pikir, bagaimana bisa logikanya PENGUNTITAN berubah menjadi PEMBANTAIAN. 

Menguntit (tidak ada dasar hukumnya) sekelompok orang dan kemudian berusaha menerobos. Orang yang dikuntit katakanlah melakukan Perlawanan (sampai detik ini saya masih meragukan pihak laskar memiliki senjata), wajar, karena saya sendiri juga akan melakukan perlawanan kalau dikuntit orang atau sekelompok orang yang tidak saya kenal.

Kecuali para Penguntit memakai Mobil Resmi penegak hukum di Negara ini (Misal Mobil Polisi, Mobil KPK atau Mobil Kejaksaan). Atau paling tidak para Petugas yang menguntit menggunakan baju resmi aparat hukum. Saya tentu bersedia menepi dan bicara baik-baik.

Tapi faktanya para Penguntit memakai baju preman, menggunakan mobil biasa, kejadian dini hari, wajar para Laskar bersikap melindungi Habib MRS.

Poin paling penting yang tidak boleh dilupakan, pada saat Tragedi Pembantaian terjadi, Habib MRS bukan buronan. Masih tersangka (*ralat: masih sbg saksi, belum tersangka) pelanggaran PSBB yang mangkir dipanggil pada dua kali panggilan (beliau memiliki alasan). Jadi tidak ada alasan beliau dan rombongannya untuk dikuntit. 

Jadi siapapun para Penguntit, yang menyuruh menguntit, terus melakukan upaya-upaya kekerasan yang berujung tewasnya enam orang para Syuhada, menurut saya semua adalah Pelaku Pelanggaran HAM Berat!!!

Jadi saya berharap, kalau KOMNAS HAM di Negeri ini sudah ngga becus, seharusnya masalah ini di bawa saja ke Badan HAM Internasional. Agar keadilan bisa terwujud untuk para korban.

Terima kasih

(By Azwar Siregar)

Ya Sudah.... Kalau begitu tolong dipublikasikan ke publik sejelas-jelasnya alasan pembununan empat dari enam orang para...

Dikirim oleh Azwar pada Kamis, 14 Januari 2021