BU RISMA IKI PIYE? KOORDINASI YANG BERANTAKAN

BU RISMA IKI PIYE?

Diminta KK Saat Ambil Bantuan, Warga Mamuju Protes ke Dinas Sosial

Sebuah bencana pasti menyisakan kepanikan bagi masyarakat. Panik karena kehilangan keluarga, panik karena kehilangan harta benda dan panik memenuhi kebutuhan hidup di lokasi pengungsian. 

Kepanikan masyarakat yang menjadi korban wajar, karena bencana telah memporak porandakan semua hasil yang telah mereka bangun, dan mimpi yang akan mereka gapai. 

APA JADINYA ANDAI PEMERINTAH SEBAGAI PELINDUNG MASYARAKAT JUGA IKUT PANIK?

Inilah yang terjadi..

Dinsos selaku institusi yang sibuk justru memperlihatkan kepanikan dalam memenuhi tanggung jawabnya. Bukannya meringankan beban masyarakat dalam menyalurkan bantuan, malah memberlakukan aturan yang tidak masuk akal. 

KOORDINASI YANG BERANTAKAN. 

4 hari pasca bencana, yang terlihat malah nestapa pada para pengungsi. Semrawutnya alur bantuan, mengisyaratkan koordinasi setiap lini di pemerintah tidak berjalan. 

Bagaimana mungkin meminta KK para pengungsi yang hanya mampu membawa baju dibadan ketika bencana datang? Memberi syarat KK agar mendapatkan bantuan, mengisyaratkan dinsos terlihat panik dengan keadaan. 

Seharusnya dinsos bersama pemerintah daerah mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, kelurahan hingga perangkat RT dan RW telah sigap mendata para pengungsi di lokasi penampungan. 

Berapa jumpah pengungsi, berasal dari wilayah mana dan berapa anggota keluarga yang ada. Data-data tersebut seharusnya sudah ada saat mulai mengumpulkan warga di lokasi pengungsian. 

Saat bantuan datang, prioritasnya adalah mereka di sarana pengungsian. Maka itu semua warga harus berkumpul di tempat pengungsian yang telah disiapkan untuk memudahkan koordinasi. Mungkin akan berat, karena ada warga yang memilih mengungsi ditempat saudara atau kerabat yang menampungnya. Bahkan ada yang memilih bertahan di reruntuhan untuk menjaga harta benda dari penjarahan. 

Apapun kondisi di lapangan, itu adalah tantangan. Semakin baik koordinasi dijalankan, maka akan semakin mudah semuanya diterapkan. 

Lihat video ini jadi miris, bagaimana mereka dengan wajah letih dan pupus harapan mendatangi gedung yang mereka anggap bisa memberi bantuan. Tapi apa yang mereka dapatkan? Ada syarat dan ketentuan yang berlaku untuk bisa membawa apa yang mereka inginkan. 

Bu Risma katanya sudah hadir di lokasi bencana, namun Bu Risma mungkin lupa bagaimana membuat kinerja jajarannya bisa tepat guna bagi masyarakat yang membutuhkan. 

Masyarakat boleh panik, namun pemerintah tidak boleh panik dan lamban dalam bekerja. Para pengungsi adalah masyarakat yang sudah kehilangan segalanya. Sedikit saja emosi dimainkan, maka semuanya akan menjadi runyam. 

Seharusnya pemerintah paham hal ini..

Disaat seperti inilah kualitas seorang pemimpin diuji, apakah dia mampu berpikir taktis dan praktis serta mengkoordinir semua personil maupun bantuan yang ada.

Saya nga yakin Bu Risma mampu menangani ini semua.

#Suraaam

(By Setiawan Budi)

[Video]