BPOM Umumkan Hasil Uji Klinis Sinovac Efikasi 65,3%, Bandingkan dengan Pfizer Yang Mencapai 95%

[PORTAL-ISLAM.ID]  Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merilis hasil evaluasi dari laporan uji klinis sementara atau interim tahap III Vaksin Virus Corona buatan perusahaan asal China, Sinovac, hari ini.

Laporan itu menunjukkan efikasi atau tingkat keampuhan vaksin corona Sinovac sebesar 65,3 persen.

"Hasil efikasi dari Bandung 65,3 persen," kata Kepala BPOM Penny Lukito, dalam konferensi pers, Senin (11/1/2021).

Angka tersebut sudah sesuai dengan standar atau ambang batas efikasi yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni minimal 50 persen. 

Merespons hasil itu, BPOM juga telah memberikan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) vaksin Covid-19 Sinovac.

"Hari ini Senin, 11 Januari 2021, BPOM memberikan persetujuan penggunaan dalam kondisi emergenci untuk vaksin Covid-19 pertama kali pada vaksin corona produksi Sinovac yang bekerja sama dengan Bio Farma," kata Penny dalam konferensi pers.

Adapun data laporan itu merupakan hasil evaluasi dari data keamanan subjek uji klinis.

Dari total 1.620 relawan yang menjadi sampel penelitian Tim FK Unpad Bandung, sebanyak 540 relawan saja yang dibutuhkan untuk merampungkan penelitian kebutuhan EUA itu. Lebih dari seribu relawan yang dilibatkan tersebut berusia antara 18 hingga 59 tahun.

Selain efikasi, BPOM mengklaim tidak ada laporan mengenai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang serius atau kejadian serius yang tidak diinginkan.

Para relawan juga telah merampungkan penyuntikan kedua pada November 2020 lalu. Selanjutnya mereka hanya perlu rutin mengambil sampel darah dalam rentang waktu bertahap yakni sebulan, tiga bulan hingga, enam bulan setelah penyuntikan.

Setelah data dianalisis oleh BPOM, uji klinis akan tetap dilanjutkan setelah pemberian EUA, sampai pengamatan 6 bulan selesai atau sekitar April atau Mei 2021 mendatang.

Sebagaimana diketahui, vaksin Sinovac tiba di Tanah Air pada Minggu 6 Desember 2020 lalu dengan 1,2 juta dosis vaksin. Menyusul kemudian datang lagi 1,8 juta dosis pada 31 Desember 2020. Sehingga total vaksin corona Sinovac dalam dua kali pengiriman sebanyak 3 juta dosis.

Vaksinasi covid-19 bakal digelar mulai Rabu besok (13/1/2021). Presiden Jokowi akan menjadi orang pertama yang disuntikkan vaksin.

Selain vaksin dari Sinovac China yang sudah diimpor, pemerintah juga menetapkan tujuh jenis vaksin Covid-19 yang dapat digunakan dalam proses vaksinasi di Indonesia.

Ketujuh vaksin tersebut diproduksi oleh Bio Farma, Astra Zeneca, Sinopharm, Moderna, Novavax Inc, Pfizer Inc and BioNtech, dan Sinovac Biotech.

Hal tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) Nomor HK.01.07/ Menkes/12758/ 2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin Untuk Pelaksanaan Vaksinasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang diterbitkan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Pemerintah memaparkan kebutuhan vaksin untuk seluruh Indonesia mencapai 246 juta dosis vaksin, atau tepatnya 246.514.480 dosis vaksin. Kebutuhan ini akan mencakup 67% sasaran masyarakat penerima vaksin Corona. 

Efektivitas Vaksin COVID-19 Pfizer Capai 95 Persen

Perusahaan farmasi asal Amerika Serikat Pfizer kembali mengumumkan efiktivitas vaksin COVID-19 buatannya bersama perusahaan asal Jerman, BioNTech. Setelah melakukan analisis uji klinis tahap tiga vaksin COVID-19, didapatkan bahwa efektivitasnya mencapai 95 persen.

"Analisis data menunjukkan tingkat efikasi (kemanjuran) vaksin mencapai 95 persen pada peserta yang belum pernah terinfeksi virus SARS-CoV-2," tulis Pfizer dalam pernyataan di laman resmi perusahaan ini ditulis Rabu, 18 November 2020.

Efikasi vaksin COVID-19 Pfizer - BioNTech ini konsisten pada semua ras, jenis kelamin, dan demografi usia partisipan studi ini.

Hal menarik lainnya adalah pada orang lanjut usia di atas 65, efikasi menunjukkan hingga 94 persen. Lansia merupakan kelompok rentan dalam penularan COVID-19.

Hasil menggembirakan ini keluar setelah analisis awal muncul sekitar seminggu lalu menunjukkan efikasi vaksin COVID-19 90 persen.