MENTERI AGAMA

MENTERI AGAMA

Lihat nama Yaqut ada dalam daftar pengganti Menteri Agama, saya langsung inget Thanos yang mendapatkan batu ruang angkasanya (Infinity Stones). 

Dengan kekuatan batu-batu itu, Thanos bisa menguasai seluruh alam semesta. Hanya dengan menjentikkan jari, maka semuanya akan berlaku menurut kemauan Thanos. 

Selamat buat NU, akhirnya jabatan abadi Menteri Agama jatuh kembali pada mereka setelah harus uring-uringan karena penunjukkan Menag sebelumnya dianggap melanggar adat dan kebiasaan selama ini. 

Entah sejak era siapa, jabatan Menag selalu menjadi jatah NU, pun demikian jabatan Menteri Pendidikan menjadi jatah Muhammadiyah. Namun dalam periode ini, kedua jabatan tersebut digeser dari pemilik sahnya. Ucapan selamat kayaknya patut diberikan pada NU. 

Cuma gak nyangka, apabila nama Yaqut yang disodorkan oleh NU untuk mengisi jabatan tersebut. Yang terlintas dalam pikiran saya, nama pamannya Staquf yang pernah menjadi pemberitaan beberapa waktu lalu. 

Ngeri-ngeri sedap dengan kehidupan umat beragama, khususnya sebagian umat Islam atas penunjukkan Yaqut diposisi ini. Karena kita sudah tau bagaimana sepak terjang Yaqut yang kerap bersebrangan dengan pihak yang dilabelinya radikal ketika berhadapan dengan ormasnya. Gak segan dia akan melancarkan kecaman dan juga perlawanan. Walau kerap dikritik, Yaqut tetap bertahan dalam opininya. 

Yaqut duduk di Kemenag, ibarat Thanos yang mendapatkan batu Infinity. Tinggal buat kebijakan, maka apa yang telah ia mulai saat menjadi ketua Ansor akan berlaku dengan kekuatan konstitusi negara ini. 

Yaqut akan makin perkasa dan makin sulit untuk dikritik. Yang dia gantikan adalah purnawirawan bintang 4, sedangkan dirinya dianggap jendral bintang 5 di angkatannya. Kebayangkan sehebat apa dirinya ketika menduduki kursi Kemenag?

Apa yang ada dipikiran Yaqut, mungkin kita sudah mengetahuinya. Apa yang akan dia lakukan, mungkin kita sudah akan menduganya. 

Dari semua kementerian, jabatan Kemenag memang membawa perasaan beragam karena banyak orang yang tau bagaimana sikap Yaqut selama ini. 

Mau gimana lagi, semuanya sudah terjadi. Semoga tidak menambah kehebohan seperti Menag sebelumnya. Dan semoga dia bisa memimpin tanpa harus gebuk kiri dan kanan seperti bagaimana penilaiannya selama ini. 

Selamat buat NU, yang telah berhasil mendapatkan tahta abadinya. Semoga tidak mengulangi kejadian di era Lukman Saifuddin.

(By Setiawan Budi)