Kisah Di Balik Borgol dan Rompi Oranye Habib Rizieq

Kisah Di Balik Borgol dan Rompi Oranye Habib Rizieq

Mungkin banyak pihak yang ingin tahu bagaimana sih sebenarnya ekpresi Habib Rizieq Shihab saat menjalani masa akhir pemeriksaan di Polda Metro Jaya. Hal ini makin khusus bila kemudian terkait kisah sebelum Habib Rizieq diborgol tangannya dan memakai rompi oranye seorang tahanan polisi.

Kisah soal apa tindakan dan ekpresi Habib Rizieq itu datang dari pengacara FPI yang mendampingininya, yakni Sugito Atmo Prawiro. Menurutnya Habib Rizieq tahu dan biasa saja sikapnya ketika hendak dipakaikan borgol dan baju oranye oleh petugs kepolisian.

''Habib Rizieq bersikap tenang saja. Kala itu dia malah bicara pendek begini kepada kami selaku pengacaranya. Katanya: 'Sudahlah tenang saja. Kalau ini ketetapan hukum, maka borgol dan rompi pasangkanlah','' kata Sugito menirukan Habib Rizieq.

Menurutnya, pemakaian borgol dan rompi oranye itu terjadi sekitar pukul 00.30 WIB (Ahad dini hari, 13/12/2020). Waktu itu juga bersamaan dengan masa akhir pemeriksaan Habib Rizieq yang sudah berlangsung sekitar 13 jam.

''Menariknya meski paham akan ditangkap, diborgol, dipakaikan rompi tahanan warga oranye, hingga akan ditahan, Habib Rizieq sebenarnya melakukan perlawanan melalui tindakan dengan diam atau bukan verbal. Ini dilakukan dengan tindakannya yang tidak bersedia menandatangani semua dokumen yang terkait dengan pemeriksaan dan penahanan terhadap dirinya,'' ungkap Sugito.

Akibatnya, semua dokumen dari pihak kepolisian yang disodorkan kepadanya mulai dari surat penangkapan hingga surat penahanan tersebut, hanya ditandatangani oleh petugas kepolisian yang memeriksanya.

''Tindakan non verbalnya itu menjadi penanda bagi sikap Habib Rizieq yang tetap menganggap segala perlakuan kepadanya itu sudah sangat berlebihan,'' ujar Sugito seraya mengatakan bila sikap Habib Rizieq tersebut akan menjadi bahan hukum tambahan pada para pengacara untuk melakukan pra-peradilan.

Lalu bagaimana saat Habib Rizieq digiring menuju mobil tahanan, beliau malah mengacungkan tangannya yang telah diborgol dan tak terlihat risi memakai rompi tahanan berwarna oranye?

Ketika menjawab soal tersebut, Sugito mengatakan sikap tenang Habib Rizieq adalah bentuk keteguhan beliau menghadapi risiko perjuangan.

''Semua itu cocok dengan sikap Habib Rizieq sebelumnya yang menyatakan siap menerima apa pun konsekuensinya. Baginya itu adalah risiko perjuangan. Jadi dia biasa saja dan malah bangga."

"Habib Rizieq terang-terangan menunjukannya ke publik. Ini dia lakukan di depan kerumunan para jurnalis, pendukung atau pengantarnya dalam pemeriksaan, dan aparat polisi sembari masuk ke mobil tahanan,'' tandas Sugito Atmo Prawiro.[ROL]

[Video]