JK YANG LUCU.. Jauh Ke Negeri Orang Mau Damaikan Konflik, Di Negeri Sendiri Biarkan Konflik

JK YANG LUCU

Baca teleteks di TV, JK berkunjung ke Afghanistan untuk mendamaikan pemerintahan Afghanistan dan Taliban. JK menjadi penengah sebagai mediator upaya dialog antara pemerintah berkuasa Afhanistan dan oposisi ulama Taliban. 

Saat menjadi wapres, pemerintah Taliban pernah berkunjung ke Indonesia dan menemui JK untuk meminta bantuannya. Baru saat ini JK memenuhi permintaan mereka, dan menuju Afghanistan. 

Sebagai ketua Dewan Masjid dan ketua Palang Merah Indonesia, JK bersedia menjadi mediator perdamaian.

Sampai sini, cuma bisa bengong liat antusias JK yang semangat mendamaikan konflik di negara orang. Ada orang Indonesia yang diminta bantuan negara luar untuk mendamaikan konflik negaranya, itu super sekali. 

Tapi jadi ambigu saat negara asal JK sendiri masih menyimpan konflik antara satu kelompok ulama dan pemerintahnya. 

Kenapa JK lebih konsen mendamaikan konflik antara ulama Taliban dan Pemerintah Afghanistan, dibandingkan mendamaikan konflik antara Ulama oposisi dengan pemerintah disini?

Jika JK mempunyai tanggung jawab karena dikunjungi oleh pemerintah Afghanistan setahun yang lalu, seharusnya JK mempunyai tanggung jawab yang sama karena dirinya menjadi Ketua Dewan Masjid Indonesia dan juga Palang Merah Indonesia, dimana ada tanggung jawab sosial yang melekat pada dirinya.

Ada 6 orang mati karena konflik antara ulama dan pemerintah Indonesia, dan JK memilih tanggung jawab sosial di negara orang. 

Aneh aja kalau JK lebih tertarik kesana daripada mengupayakan kedamaian disini. JK seperti menjual nama keluar untuk diakui sebagai juri runding hebat, tapi gak mampu menjadi mediator untuk konflik negeri sendiri. 

Entah apa yang dikejar JK, sampai dirinya mengabaikan apa yang terjadi di negeri ini. Dengan kapasitas mantan wapres, JK seharusnya bisa menjadi penengah atas Rekonsiliasi yang diajukan oleh IB HRS ke pemerintah Jokowi. 

Kalau saya jadi JK, saya akan malu jika berhasil mendamaikan konflik negara lain. Karena dalam rumah tangga dia sendiri (Indonesia), dirinya 'seperti' menikmati pertikaian tersebut. 

WHY..?

(Setiawan Budi)