Gercep Tangkap Ust. Maher, Netijen : Yang Satu Piaraaan Rezim, Yang Satu Rakyat Oposisi

[PORTAL-ISLAM.ID]  Kepolisian dinilai responsif terhadap kasus dugaan ujaran kebencian Ustad Maaher At-Thuwailibi juga terhadap Sugi Nur atau Gus Nuri yang kini telah ditahan.

Sementara kasus Denny Siregar yang dipolisikan sudah 5 bulan lalu, hingga kini mandek. Polisi berdalih, semua kasus butuh proses dan mempunyai proses yang berbeda-beda. Semua tidak bisa disamakan.

Terkait itu, nama Denny Siregar jadi trending di twitter pada Sabtu (5/12). Kepolisian dianggap tebang pilih dalam memproses kasus. Buzzer yang membela pemerintah tidak diproses sangat lambat, sementara di luar pemerintah diproses dengan cepat. Padahal, polisi telah beberapa kali telah mengirim surat panggilan kepada Denny Siregar, namun hingga kini tidak ada temukan titik terang. Sebanyak 2 ribu lebih netizen mencuit tentang nama Denny Siregar di jagat twitter.

“Beda Proses Kasus Maaher dan Denny Siregar, Polri Akui Ada Kendala…Kendalanya yg satu piaraan rezim; BuzzeRp, yg satu rakyat opososi. Sekitar enam bulan lebih penyelidikan kasus ujaran kebencian yang terkait Denny Siregar belum ada perkembangan signifikan,” kata akun @mistomisto9.

“Dua kali di panggil secara resmi lewat surat. Gak datang juga jemput paksa kan begitu protap yang sering di sampaikan polisi. Tumben dalam kasus si Bengak Denny Siregar dikirim undangan beberapa kali. Bijak kalau mundur mah,” tulis pemilik akun twitter @hukimdan.

“Dan BUNTU. Masa iya POLRI KALAH dengan DENNY SIREGAR? Ya enggak lah.. Tapi kapan ditangkap paksa? Kan biasanya begitu, kalau ada pemanggilan, terus diabaikan. Sudah berbulan-bulan lho ini. Jangan sampai POLRI Ku dinilai negatif dalam penegakan hukum,” tulis pengguna twitter @radenkiansayang.

“Perbanyaklah membela Denny Siregar cerita.. apa yang kalian tanam pasti akan kalian tuai. Lemah teles…Gusti Alloh yang membalas” tulis akun @wahyu_djanti.

“Denny Siregar kapan dijemput paksa pak polisi? sekedar mengingatkan saja, sudah sampai mana”tulis akun @kopi_angek.

“Jujur aja. Pak. Bapak kalah dari Denny Siregar! Kita-kita mah maklum, pak!Kasihan bapak, ngplintat-ngplintut gitu!Ga usah juga nanti pada teriak… “Negara ga boleh kalah dari Denny Siregar!”Wong dia sebutir debu aja kok, pak!Santai aja, pak! Cape sudah bapak ngundangnya!” kata netizen @zrsaja.

“Kirim donk pasukan barakuda dan panser anoa krumah si denny siregar..mosok polisi kalah ma si denny siregar?!!” tulis akun @wahyu_djanti88.

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan, setiap kasus ada prosesnya.

“Perlu saya sampaikan cast per case tidak sama, jangan dilihat dari covernya saja. Mungkin pasal boleh sama, tapi dalam penanganan kasus kita semua dari proses penyelidikan ke pengidikan itu berproses,” kata Awi di Mabes Polri, Jumat (4/12).

Terkait kasus Denny Siregar yang dilaporkan karena tulisannya tentang teroris, Awi mengaku ada kendala di jajaran Direktorat Kriminal Khusus Polda Jawa Barat.

“Misalnya terkait dengan saksi dengan capture yang ada dengan saksi yang didalam itu ternyata sampai sekarang belum terpenuhi. Orang orang yang ada didalam gambar itu sampai sekarang masih dicari,” ucal Awi.

Awi memastikan, pihaknya akan profesional dalam menangani setiap kasus yang ada. Namun menurutnya semua pihak harus memahami bahwa setiap kasus yang diproses ada kendala-kendalanya.

“Kayak seperti masalah begini kan ini permasalahan dalam hal artian apa semua ditangani ya. Kita akan profesional dan proporsional kita tunggu saja,” bebernya.[fajar]