Cak Nun: Sudah Saatnya Dialog 4 Mata Jokowi-Habib Rizieq

[PORTAL-ISLAM.ID]  Cendekiawan Emha Ainun Najib atau Cak Nun merespons insiden meninggalnya 6 anggota Front Pembela Islam (FPI). Dengan insiden menyedihkan itu, Cak Nun mengatakan kini saatnya dialog 4 mata antara Jokowi dan Habib Rizieq dilakukan. Dialog Jakowi Habib Rizieq ini perlu juga disokong oleh Jusuf Kalla dan Gus Mus atau KH Mustofa Bisri.

Menurutnya dialog itu bisa dilanjutkan dengan dialog kebangsaan lainnya yang mempertemukan semua elemen bangsa sehingga tak terjadi lagi pertengkaran nasional.

Dialog Jokowi - Habib Rizieq

Cak Nun menyampaikan hal ini merespons meninggalnya 6 warga Indonesia yang merupakan pengawal dari Habib Rizieq.

“Sambil menunggu Presiden mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya enam (6) rakyatnya: sekarang saatnya terjadi Dialog 4 mata antara Jokowi dengan Habib Riziq,” ujar Cak Nun dikutip dari laman Suara.com.

Sambil menjalankan dialog empat mata itu, Cak Nun mengharapkan tokoh nasional seperti Jusuf Kalla juga terlibat memberi teladan kepada bangsa.

“Di“wali”i misalnya oleh Pak Jusuf Kalla dan Gus Mus (KH Mustofa Bisri). Bisa disusul dialog-dialog berikutnya antar berbagai kelompok dan stakeholders bangsa ini,” jelasnya.

Bangsa Indonesia yang menang bukan kelompok

Cak Nun mengharapkan dialog antartokoh Jokowi dan Habib Rizieq ini menjadi benih untuk memenangkan bangsa ini. Dialog bukan untuk mencari menang kelompok masing-masing.

“Prinsip yang harus dicapai: 1-Menang bersama, bukan menangan sendiri 2-Semua insyaallah menjadi lerem dan tenang oleh pertemuan itu 3- Tidak boleh ada yang dipermalukan. Menang tanpo ngasorake,” kata Cak Nun.

Menurut cendikiawan muslim dan budayawan itu, dialog dengan hati ini wajib yang
menang adalah NKRI, Persatuan Kesatuan, Bangsa dan Rakyat Indonesia.

“Win-win Game. Kita punya Pancasila, kita pelaku Demokrasi, kita punya warisan wisdom luar biasa dari sejarah masa silam. Kita pastikan apapun yang terlanjur terjadi, pada akhirnya yang menang adalah bangsa dan rakyat Indonesia,” ujarnya.

Momentum akhiri pertengkaran nasional

Cak Nun mengatakan insiden tersebut membuat kita terdasar pertengkaran nasional ini jangan terus menerus diabaikan.

Menurutnya semua keruhnya permusuhan yang tak habis-habis ini adalah akibat yang tidak diurus sebabnya secara mendasar.

“Semua pertengkaran nasional yang tak ada ujungnya ini karena semua pihak tidak mempelajari, mendewasai dan membijaksanai manajemen jarak antara musyawarah menuju mufakat dalam Sila-4 Pancasila,” ujarnya.

Ini momentum untuk menguji apakah bangsa kita punya tokoh dengan jiwa kepemimpinan, berkecerdasan dan berkebijaksanaan pemimpin

menyarankan agar Presiden Joko Widodo menggelar diaog personal dengan Habib Rizieq Shihab terkait tewasnya 6 laskar FPI. [hops]