Naniek S Deyang: FPI dan TNI Jangan Dipecah, Mereka Penjaga NKRI

[Catatan Naniek S Deyang]

Suatu saat kalau sudah dingin atau entah kapan saya akan bercerita bagaimana FPI dan Tentara bersatu luar biasa dalam mempertahankan NKRI. Dan ini cerita langsung dari beliau (HRS) selain saya dulu sebagai wartawan menyaksikan. 

Jadi jangan terpancing upaya memecah Tentara dengan umat/rakyat, lihat tuh ada yang tepuk girang banget saat Anda-nada menulis dan membully TNI.

Tonton video Bang Yos (mantan Pangdam Jaya) dan pengamat intelejen di stasiun TVone (video du=i bawah -red), maka Anda akan paham mengapa kira-kira Pangdam Jaya sekarang berbuat seperti itu.

Kalau Anda dari keluarga tentara pasti Anda paham, prajurit itu Komando dan mereka rela mati melindungi pimpinanya meski itu salah. Loyalitas dan komitmen membela senior dan atasan itu memang didoktrin di sekolah-sekolah tentara.

Coba Pak Prabowo sampai rela kehilangan karier yang dicintainya, bahkan hampir seluruh hidupnya hilang, dan dibully sepanjang hayat dengan tuduhan sebagai penculik, apakah dia ngaku siapa yang menyuruh atau menginstruksikan? Gak akan ngaku sampai mati, karena itu sumpah prajurit. Dengan gagah Prabowo mengatakan "saya yang bertanggung jawab"! 

Sedikit clue, Pak Dudung Pangdam Jaya itu saya bersaksi asli orang baik, coba buka lagi foto-foto demo Omnibus Law beberapa waktu lalu, siapa yang mimpin shalat maghrib demonstran di Monas? Siapa yang memberi makan para demontrans? Siapa yang kerjasama dengan Pak Gubernur DKI mengantar para mahasiswa dan anak-anak mahasiswa pakai truk tentara pulang ke rumah masing-masing, siapa yang melindungi para demonstran saat gas air mata menghajar mereka?

Oh ya satu lagi saat jadi Gubernur Akmil, dialah satu-satunya yang "mewajibkan" Taruna shalat subuh berjamaah dan melakukan shalat tahajud. Boleh dicek soal ini ke Lemdik Akmil. Pak Dudung juga yg tadinya mungkin tukang becak hanya mimpi bisa lihat dalamnya Akmil, tapi "dihalalkan" masuk ke  halaman Akmil dan boleh muter-muter di sekolah calon pemimpin TNI AD itu sambil diberi santunan.
Jadi???? Bisa jadi Pak Dudung hanya menjalankan perintah seperti Pak Prabowo kala itu, dan karena hirarki maka dia harus bertanggungjawab dan harus ngomong "saya yang perintahkan!". 

Coba baca berita dua hari sebelum penurunan baliho, dia masih buat statement, bahwa acara di rumah Habib Rizieq sudah mengikuti Protokol Kesehatan. Pokoknya sejuk dan bijak deh ....masak dalam dua hari bisa berubah???? Pikir sendiri😁

Oh ya sementara lupakan baliho, apa kabar Omnibus Law?? Kabarnya dua minggu ini kita dapat pinjaman LN 24,5 Triliun ya?

(Naniek S Deyang)

[Video - Bang Yos]

Suatu saat kalau sudah dingin atau entah kapan saya akan bercerita bagaimana F**dan Tentara bersatu luar biasa dalam...

Dikirim oleh Naniek S Deyang pada Minggu, 22 November 2020