UJIAN MUSLIM di Prancis KIAN BERTAMBAH Sejak Macron


UJIAN MUSLIMS di Prancis KIAN BERTAMBAH

Sejak Emmanuel Macron berkata Islam adalah biang kerok atas krisis yang ada didunia, para islamophober di perancis makin merasa di atas angin. Berikut persekusi yang dialami saudara fillah kita di sana:

(1) Seorang guru Samuel Patty (47) berkali-kali hatespeech di depan kelasnya tentang Rasulullahﷺ , sambil memperlihatkan karikatur yang katanya Rasulullahﷺ, maaf maaf maaf, bugil dan sedang pup, dan memprovokasi kelas untuk turut berkata negatif terhadap sosok mulia tsb, padahal di kelasnya ada beberapa murid muslim/ah. Wali murid protes dengan aksi sang guru, karena sudah bertahun² Patty menunjukkan rasismenya di kelas terhadap Islam, dan pemicunya karikatur buatan Hebdo itu, tapi diabaikan pihak sekolah, sehingga salah satu orang tua gelap mata dan memenggal kepala guru tsb, dan satu jam kemudian dia ditembak mati aparat.

Orang tua murid berhari² protes dengan santun karena agamanya dihina hingga memicu kekerasan fisik, karrna keadilan tidak ditegakkan di sana, tapi 1 jam..hanya satu jam waktu yang diperlukan pihak mereka untuk bertindak saat ada seorang muslim yang melakukan kejahatan, tanpa di-BAP, tanpa peradilan yang adil dan tanpa ada proses tabayun...dooor langsung ditembak mati.

Tak ada satupun media Perancis online-offline yang memberitakan hal ini.

Ini seperti kasus Ahmaud Arberry yang ditembak mati anggota white supremacy, karena dianggap mencuri februari lalu...warga main hakim sendir..door langsung ditembak mati.

(2) Tindakan anggota dewan yang separtai dengan Macron, yang walk out saat remaja muslimah berhijab Maryam Paugetoux hadir rapat parlemen. 

(3) Briggite Macron, sang istri, juga turut memanaskan situasi, dengan berkata, para hijaber, khususnya Maryam, hanya akan menakuti teman²nya di sekolah dengan hijab yang dia pakai. Dan para feminist makin bersemangat menentang hijab apalagi niqab/burqa, sedikitnya paling tidak muncul puluhan situs baru, yang melakukan aksi anti hijab di perancis.

Nggak lama lagi, akan muncul orang² yang akan tetiba dengan memaksa membuka hijab/menarik hijab sampai lepas di tempat umum, mirip kejadian di Istanbul saat Turki belum punya presiden seperti yang sekarang.

(4) Pekan ini 2 muslimah (Algerian muslimah) ditusuk di bawah menara Eifel, sebelumnya 2 white blonde women ini melepaskan anjing² mereka, untuk menyerang dan menakuti anak²nya muslimah, lalu melakukan kekerasan verbal sampai akhirnya melakukan penususkan kepada Kenza dan Amel. Amel berhasil memvideokan hal ini setelah Kenza ditusuk, dan selanjutnya ia pun turut ditusuk. 

Dalam video, terdengar Amel meminta mereka mengambil anjing² mereka karena terlalu dekat dan membuat anak²nya takut, dan minta kepada para pejalan kaki lainnya untuk memanggil polisi, tak lama ia terdengar terbatuk² kaget karena dari sisi lain, wanita pirang itu mendekat lalu menusuk. 

Setelah viral berhari2 di sosial media, akhirnya setelah didesak muslim di sana, salah satu stasiun TV memberitakan hal ini. Kedua muslim dinyatakan selamat, dan hanya satu wanita pirang itu yang ditangkap. Wanita pirang ini yang sempat berkata "dirty Arab, go home!".

Hal ini mirip dengan kasus penganiayaan di Inggris, terhadap seorang muslimah berhijab yang sedang hamil, yang tetiba didatangi pria tambun berkulit putih, saat makan di resto bersama dua temannya (muslim tapi tak berhijab), ia langsung berkata: "Kamu arab, kamu islam kamu muslim" dan bak bik buk ...muslimah itu dipukuli, meski mengalami luka luar, janinnya selamat dan pria tambun itu ditahan

(5) Menteri dalam negeri prancis menyerukan pembubaran beberapa badan amal dan organisasi Muslim perancis terbesar. This is outrageous...Perancis sudah terang²an dan mati²an berusaha menjadikan Islam musuh nomer satu di negaranya.

22 Oktober 2020

By Nur Devi Rasita

UJIAN MUSLIMS DI perancis KIAN BERTAMBAH Sejak Emmanuel Macron berkata Islam adalah biang kerok atas krisis yang ada...

Dikirim oleh Nur Devi Rasita pada Rabu, 21 Oktober 2020