Mahasiswa Dan Polisi Saling Pukul, Jokowi Ke Sawah, Netizen: Mundur Sajalah Pak...

[PORTAL-ISLAM.ID] Demo menolak UU Cipta Kerja di sejumlah daerah berakhir ricuh. Di Jakarta, mahasiswa dan buruh bentrok dan saling pukul dengan polisi. Korban berjatuhan.

Sekitar 18 halte busway dibakar. Bahkan di twitter, tagar #JokowiKabur menjadi trending topik. 

"Jokowi kabur, Jokowi kabur, DPR goblok," begitulah teriakan mahasiswa di Patung Tugu Tani, Senen, Jakpus pada Kamis (8/10) sore. 

Hal ini lantaran Presiden Jokowi meninggalkan Istana saat terjadi demo dan malah melakukan kunjungan jauh ke Kalimantan Tengah.

Jokowi memposting kepergiannya ke Kalimantan Tengah itu di akun media sosialnya.

"Selamat pagi. Hari ini saya menuju Kalimantan Tengah untuk kunjungan sehari. Setiba di Bandara Tjilik Riwut, Kota Palangka Raya, saya melanjutkan perjalanan dengan helikopter menuju Kabupaten Pulang Pisau. Di sana saya hendak meninjau kawasan lumbung pangan yang sedang kita kembangkan berikut penanaman padi, keramba ikan, serta peternakan bebek yang terletak di Kecamatan Pandih Batu," kata Jokowi di akun Instagramnya, Kamis (8/10/2020).

Postingan Jokowi di Instagram ini banyak dikomentari publik. Bahkan Jokowi diminta untuk turun dari jabatannya.

"Pak, turun aja deh pak dari jabatan, katanya mengedepankan kesehatan masyarakat, udaa tau kondisi lagi Covid gini kok bisa sampe sampe nya sih bapak maksa DPR cepet cepet ketuk palu UU Omnibus Law, seharusnya kan bapak tau, dengan begitu masyarakat akan turun ke jalan untuk mendemo, dan pastinya kesehatan masyarakat yang terancam, atau mungkin saja ini emang rencana bapak kali ya? Supaya masyarakat mendemo dan virus semakin menyebar," komen @ahsanulakhyar.

Sementara Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Donny Gahral Adian menegaskan Presiden Joko Widodo tak lari dari aksi demonstrasi menolak omnibus law Undang-undang Cipta Kerja.

Menurut Donny, Jokowi yang hari ini melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Tengah memang sudah diagendakan sejak jauh-jauh hari.

"Ya karena itu sudah teragendakan sejak awal. Rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Itu agenda penting presiden bagi rakyatnya di provinsi lain," ujarnya saat dihubungi wartawan, Kamis (8/10/2020) malam.

"Bukan kemudian lari dari demonstrasi. Presiden bukan sosok yang seperti itu," tambahnya.