Jokowi Keren!

Jokowi Keren!

Oleh: Ustadz Abrar Rifai (Ponpes Babul Khairat Malang)

Apa yang Anda pikirkan ketika mengetahui nama Jokowi menjadi nama satu jalan di negara lain? 

Saya bilang, keren. Wow! 

Jokowi memang luar biasa. Masih muda, jadi presiden baru enam tahun, bahasa Inggris gak lancar, tapi namanya sudah diabadikan menjadi nama jalan. 

Terlebih nama jalan tersebut bukan di Solo, bukan pula di Indonesia. Tapi di Uni Emirat Arab, tepatnya di Abu Dhabi. President Joko Widodo Street, demikian nama jalan tersebut. 

Bahkan seorang kawan menyebut, bahwa Jokowi adalah seorang wali. Maksudnya wali Allah. Sebagaimana wali-wali yang kita kenal, Sunan Ampel, Mbah Hamid Pasuruan, Syekh Abdul Qodir Jaelani dan lain-lain. 

Seorang kawan lainnya menyebut, bahwa luar biasanya Jokowi itu, masih hidup saja sudah menjadi nama jalan. Apalagi nanti kalau sudah meninggal dunia, tentu akan banyak hal mengejutkan lainnya tentang Jokowi. 

Tapi jujur saya tetap bertanya pada ilalang yang tumbuh di tepi berbagai ruas jalan tol, apa kira-kira rasionalitas penyebab sampai-sampai UEA menjadikan Joko Widodo sebagai nama jalan? 

Ternyata eh ternyata, pagi ini saya membaca bahwa penamaan Jokowi sebagai nama jalan di negara teluk yang kaya tersebut, diduga sebagai kompensasi karena Jokowi telah memberikan lahan seluas 256 ribu hektar di Kalimantan kepada pihak Abu Dhabi.

Hal tersebut diungkapkan Merah Johansyah, Koordinator Advokasi Tambang. Lahan tersebut menurut Merah adalah lahan calon ibukota Indonesia yang baru. 

“Satu ruas jalan di kawasan bisnis untuk plang nama Jokowi, sementara 256 ribu ha atau empat kali luas Jakarta untuk dinasti Uni Emirat Arab di Kalimantan Timur,” kata Merah.

Merah berhasil menelisik hal tersebut, karena yang bersangkutan selama ini konsen dalam perlindungan lingkungan hidup. 

Lebih jauh Merah menyebut bahwa proyek ibu kota baru telah menenggelamkan mimpi dan harapan generasi mendatang untuk menghirup oksigen dari ekosistem Borneo.

“Peragaan bisnis pasca omnibus Cilaka yang melindas buruh dan lingkungan. Menuju omnibus penggadaian selanjutnya berkedok proyek ibukota baru,” ujarnya sebagaimana dikutip dari akun twitternya.

Jokowi menunjuk Mohamed bin Zayed, Putra Mahkota UEA bersama Masayoshi dan Tony Blair sebagai bagian yang memiliki konsesi lahan-lahan tersebut. 

Duh, jantung selalu berdegup kencang setiap kali nama Jokowi disebut dalam dunia Internasional. Entah nanti kejutan apalagi yang akan diberikan Jokowi untuk bangsa ini.[]