Israel Malah Tuding Turki Rusak Perdamaian


[PORTAL-ISLAM.ID]  YERUSALEM – Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz menuding Turki telah bekerja menentang upaya perdamaian dan mengguncang kawasan Teluk.

Dia pun menyerukan dunia internasional memberi tekanan untuk membawa perubahan dalam kekuatan NATO.

"(Turki dan Iran) menolak promosi perdamaian dan mendukung agresi regional," kata Gantz menilai sikap Turki dan Iran sebagai tindak lanjut dari pembentukan hubungan antara Israel dan Uni Emirat Arab, dilansir Reuters, Senin (5/10/2020).

Gantz juga menyinggung soal tindakan Turki di Suriah utara dan Mediterania Timur, dan intervensi Libya serta kontak dengan militan Hamas Palestina. Menurut dia, semua itu menjauhkan dari stabilitas.

"Jelas pertanyaan tentang Turki adalah pertanyaan yang sangat rumit, karena Turki adalah bagian dari NATO," kata Gantz dalam sebuah konferensi virtual yang diselenggarakan oleh Dewan Arab untuk Integrasi Regional, sebuah kelompok yang mendorong penjangkauan Israel-Arab.

Karena itu, Gantz dalam kesempatan itu mengajak untuk mengambil opsi yang ada sebagai upaya memberikan pengaruh melalui tekanan internasional.

"Kita harus mengambil semua opsi yang kita miliki dan mencoba untuk mempengaruhinya melalui tekanan internasional, untuk memastikan bahwa mereka menarik tangan mereka dari terorisme langsung," ujarnya.

Iran dan Turki telah mengkritik kesepakatan normalisasi 15 September yang ditengahi AS antara Israel dan negara-negara Teluk. Kedua negara itu, baik Iran dan Turki, melihat adanya pengkhianatan terhadap perjuangan Palestina.

Normalisasi negara-negara Arab dengan Israel juga ditentang oleh Palestina.

Perdana Menteri Otoritas Palestina (PA) Mohammad Shtayyeh mendeskripsikan upacara penandatanganan normalisasi dengan Israel itu sebagai hari hitam dalam sejarah bangsa Arab.

"Hari ini akan ditambahkan ke kalender pahit Palestina," ujarnya.

Selain itu, PA menuduh kedua negara Teluk itu telah mengkhianati masalah Palestina, Masjid al-Aqsa dan Yerusalem serta menikam rakyat Palestina dari belakang. PA pun memanggil duta besarnya di Abu Dhabi dan Manama untuk memprotes kesepakatan damai dengan Israel.

Shtayyeh juga mengecam Liga Arab, seraya menjulukinya sebagai lembaga perpecahan, dan menuduhnya merusak solidaritas Arab. "Pemerintah Palestina akan merekomendasikan kepada Presiden Mahmoud Abbas bahwa Palestina merevisi hubungannya dengan Liga Arab, yang tetap diam terhadap pelanggaran terang-terangan atas resolusi sendiri, namun tidak ada satupun yang telah dilaksanakan," katanya.[]