Gatot Nurmantyo Sebut Tujuan UU Cipta Kerja Sangat Mulia, PDIP Memujinya, Oposisi Mencibirnya 'Masuk Angin'

[PORTAL-ISLAM.ID]  Pernyataan Tokoh KAMI, Jenderal Gatot Nurmantyo yang menyebut tujuan omnibus law UU Cipta Kerja menuai beragam tanggapan.

Anggota Badan Legislasi DPR dari PDIP Hendrawan Supratikno langsung memujinya, mengatakan bahwa Gatot telah membaca secara utuh naskah omnibus law UU Cipta Kerja.

"Saya kira Pak Gatot sudah membaca berarti ya, sudah membaca naskah yang resmi yang sudah beredar, naskah yang 812 baru itu yang dikirim ke Presiden," kata Hendrawan, Jumat (16/10/2020), seperti dilansir RMOL.

Dia pun menyambut gembira dengan adanya pernyataan Gatot tersebut. Diharapkan bisa meredam ketegangan dan suasana panas pro dan kontra atas disahkannya omnibus law UU Cipra Kerja.

"Kita menyambut gembira ya, pernyataan Pak Gatot Nurmantyo, sedikit banyak pernyayaan tersebut menyejukkan, ikut mengurangi tendensi yang berkembang karena kesalahapahaman terhada UU Ciptaker ini, mengurangi distorsi informasi ini, yang berkembang di masyarakat," demikian Hendrawan.

Namun, tanggapan berbeda datang dari kubu oposisi yang menganggap Gatot 'masuk angin'.

Banyak komentar pedas di sosial media atas pernyataan Gatot ini.

Seperti diberitakan berbagai media, Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Gatot Nurmantyo memuji tujuan pembentukan omnibus law UU Cipta Kerja. Menurut mantan Panglima TNI itu, undang-undang sapu jagat tersebut memiliki tujuan mulia. UU tersebut dibutuhkan untuk memudahkan iklim investasi dan meningkatkan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Akan tetapi, Gatot menilai pembentukan UU ini dilakukan kurang terbuka dan terkesan senyap sehingga menimbulkan kecurigaan di masyarakat. 

Hal ini diungkapkan Gatot ketika diwawancarai Refly Harun yang kemudian ditayangkan di channel Youtube Refly Harun berjudul "Curhat Gatot, Kamis (15/10/2020).