Kesamaan dan Perbedaan AKP-Gelora


Dalam konteks narasi ada kesamaan AKP-nya Erdogan dan Partai Gelora Indonesia. Tapi jalan yang akan dilalui Gelora menuju pusat kekuasaan masih jauh.

AKP memiliki modal politik yang jauh lebih kuat ketika mulai ikut Pemilu. Partai lama AKP (Partai Refah) menjadi pemenang Pemilu 1995 dengan meraih suara 23%. Sebelumnya akhirnya dikudeta militer.

Bandingkan dengan partai lama pak Anis Matta dan Fahri Hamzah yang berkutat di angka 7-8%.

Bagi Gelora, AKP adalah salah satu model ideal meski bukan satu²nya. Ketika Sang Narator (Anis Matta) dikeluarkan "secara halus" oleh partainya, dia berkesempatan keliling ke berbagai penjuru dunia, menjadi pembicara di forum-forum internasioan dan dunia Islam; menyerap berbagai model pengelolaan partai dan cara memenangkan kontestasi.

Indonesia memiliki kekhasan tersendiri baik secara budaya maupun politik. Dan untuk memenangkannya membutuhkan langkah-langkah yang out of the box.

Menarik melihat langkah Gelora di tengah kompleksitas politik. Langkah mendukung kerabat presiden di tengah isu cebong kampret adalah langkah tak terduga yang bahkan kader internal Gelora pun mungkin tidak menyangka sama sekali.

Inilah yang menjadi salah satu keasyikan di Gelora bagi kadernya sekarang, suasana happy, memandang sesuatu tidak dalam kaca mata hitam putih, tidak membawa doktrin partai seolah lebih tinggi dari hukum negara.

Menunggu dengan tidak sabar langkah tak terduga berikutnya dari Partai Gelora Indonesia.

(By Syauqi Arr)