Fatamorgana Cebong vs Kampret di Pilkada 2020


Fatamorgana Cebong vs Kampret di Pilkada 2020

Grassroot sibuk baku hantam, tapi elit asyik saling rangkul. Data koalisi dalam pilkada menunjukkan fakta itu.

Lihat saja PDIP berkoalisi dengan Gerindra di 110 pilkada (40,7%), Golkar di 94 pilkada (34,8%) dan PKS 67 pilkada (24,8%).

Baik elit partai mantan pendukung 01 dan mantan pendukung 02, diam-diam bisa kerja sama.

Saya katakan diam-diam, karena masing-masing Elit Partai kadang tidak terlalu suka bicara dengan basis massanya bahwa di belakang, mereka sebenarnya bisa saling main mata.

Sudah saatnya politik itu jujur dan apa adanya.

Seringkali memilih pemimpin itu macam belanja di mini market di daerah terpencil, kita maunya bahan pokok merk x, ternyata adanya cuma y & z, apa boleh buat. Tak mungkin kembali pulang tangan hampa. Pilihlah yang kita anggap paling baik, walau mungkin itu tidak ideal.

By Rico Marbun
(Direktur Eksekutif Lembaga Survei Median)

Fatamorgana cebong vs kampret.. Grassroot sibuk baku hantam, tapi elit asyik saling rangkul. Data koalisi dalam pilkada...
Dikirim oleh Rico Marbun pada Kamis, 17 September 2020