Erdogan: Siapa Mau Damai, Harus Siap Perang!


Si vis pacem, para bellum 
“Jika kau mendambakan perdamaian, bersiap-siaplah menghadapi perang.”

Peringatan 482 tahun Perang Preveza ternyata semakin membuat Recep Tayyip Erdogan semakin yakin menyatakan perang terhadap musuh-musuhnya. Romantisme kemenangan Kekaisaran Ottoman (Utsmaniyah), membuat optimis Presiden Turki untuk bisa menjaga kedaulatan negaranya.

Pertempuran Preveza berlangsung pada tanggal 28 September 1538 di dekat Preveza, Yunani barat laut, antara armada Kesultanan Utsmaniyah melawan Liga Suci (Holy League) yang dihimpun oleh Paus Paulus III. Utsmaniyah berhasil memenangkan pertempuran ini, sehingga mampu mendominasi Laut Tengah hingga Pertempuran Lepanto pada tahun 1571.

Erdogan menyatakan akan memperkuat armada Angkatan Laut Turki (TDK) seiring konflik sengketa wilayah dengan Yunani.

“Kami adalah satu dari 10 negara di dunia yang memiliki kapasitas untuk merancang, membangun dan memelihara kapal perang sendiri,” kata Erdogan.

Peningkatan kekuatan tempur laut tak hanya dilihat dari sengketa wilayah Laut Mediterania, tetapi juga atas pencapaian yang dilakukan pendahulunya, Laksamana Heyreddin Barbarossa di Perang Preveza.

Kedigdayaan Laksamana Barbarossa menaklukkan armada tempur gabungan Liga Suci (Holy League) yang dibentuk Paus Paulus III (Alessandro Farnese), jadi pelajaran penting bagi Erdogan untuk menghalau ancaman dari wilayah laut.

Sebab seperti yang diketahui, Erdogan sangat geram saat tahu Prancis di bawah komando Presiden Emmanuel Macron mendukung Yunani. Bahkan, Macron memberi perintah pengerahan kapal induk bertenaga nuklir Charles de Gaulle dengan status siap memerangi Turki.

Selain memastikan akan meningkatkan kekuatan tempur lautnya, Erdogan juga memberikan pernyataan tersirat soal kesiapan Turki menghadapi perang. Bagi Erdogan, menjaga perdamaian adalah hal penting. Akan tetapi, menjaga kedaulatan Turki tak kalah penting.

“Sejarah membuktikan bahwa perdamaian, ketenangan dan keadilan berlaku di perairan yang diperintah oleh para pelaut kami. Kami bangga bahwa pasukan angkatan laut kami, yang memiliki sejarah kemenangan gemilang, seperti Preveza, memperkuat warisan besar ini di masa mendatang,” kata Presiden Erdogan pada Peringatan 482 tahun Perang Preveza, Sabtu (26/9/2020), dikutip dari DailySabah.

Oleh sebab itu, Erdogan menegaskan bahwa negara mana pun yang menginginkan perdamaian di sisi lainnya harus punya kesiapan dan kekuatan untuk menghadapi peperangan.

“Kami mengikuti nasihat nenek moyang kami, jika kami ingin menjaga perdamaian, kami harus bersiap untuk perang. Kami melengkapi angkatan laut dan seluruh tentara kami untuk menjaga perdamaian dan keamanan di negara kami, wilayah kami dan seluruh dunia,” ucap Erdogan dikutip dari Orthodox Times.

Turki dan Yunani terjerumus dalam konflik sengketa wilayah, di kawasan Laut Aegea. Yunani mengklaim pengerahan kapal riset Oruc Reis Turki melanggar kedaulatannya. Sementara, Erdogan menganggap bahwa wilayah perairan itu masih masuk dalam teritorial Turki.[DailySabah/Viva]