Cerita Seorang Dokter: Covid Pembunuh Dalam Senyap


[Penuturan dr. Yusdeny Lanasakti di akun fbnya, Sabtu, 12 September 2020]

Covid Pembunuh Dalam Senyap

Saya cerita dikit kasus siang ini, saya dokter penyakit dalam di Bondowoso.

Saya buka pekerjaan saya (sebagai dokter) untuk menegaskan bahwa yang saya tulis adalah murni pengalaman saya dalam 1 minggu terakhir ini. Bukan cerita katanya katanya si A si B..100% fakta dan cerita hidup saya 1 minggu ini.

Dalam 1 minggu ini:
- Hari Selasa: ada pasien TNI dg panas (akhirnya PCR Covid +)
- Rabu, ada Ibu Rumah Tangga 22 tahun, dg tidak bisa mencium bau, rapid reaktif IgG IgM
- Kamis, seorang Wiraswasta dg tidak bisa mencium bau, rapid reaktif IgG
- Jumat zero case alias nol
- Sabtu, ibu Guru 55 th dg keluhan vertigo, rapid tes NON REAKTIF. Paru-paru flek bilateral dua paru, saturasi oksigen 86%.

Saya Akan cerita kasus Sabtu alias hari ini!

Ibu ini (guru, 55 th) datang dg keluhan vertigo alias pusing berputar, tidak pernah mengeluh sesak, tidak pernah mengeluh batuk ataupun batuk batuk didepan saya.

Saya rawat pasien ini, keluhan vertigo dan mualnya hebat. RAPID COVID NON REAKTIF.
Obat maksimal sudah kita berikan, dan tetep mual.


Sampai hari ini saya dantang memeriksa, saya lihat ibu itu memakai oksigen.

Sebgai informasi pasien ini gak pernah terlihat sesak, nafasnya tidak cepat, dan berbicara juga lancar.

Akhirnya saya mintakan pemeriksaan Saturasi oksigen, dan hasilnya 87%..!!

Gila, kecolongan ini..pikiran langsung menuju Happy Hipoxia..


Jadi gini ya bapak ibu, happy hipoxia ini kondisi pasien yang tampak baik, tidak sesak walaupun kadar oksigen darahnya sudah merosot jauh.

Pada kondisi NON COVID saturasi 90% saja pasien sudah GELISAH LUAR BIASA, SESAK, SERING KESADARAN MENURUN DLL..

Akhirnya minta di foto dada, dan makin teranglah kecurigaan kita..SUSPECT COVID..

Paru-parunya flek dimana mana, menunjukkan proses infeksi yg hebat alias pneumoni.
Sangat berbahaya sekali..

Dan pasien ini pun saya koordinasikan untuk di rawat di ruang isolasi sampe swab dikerjakan..

So, saya harap masyarakat Bondowoso makin waspada. Semoga saja juga bisa mengajak orang untuk waspada, memakai masker dan menjalankan protokol kesehatan.

Pilihan di tangan anda..hanya ada 2 pilihan:
Ikhtiar terbaik atau anda terpapar covid.

Seandainya terpapar covid, kemungkinannya 3:
- Tetap sehat, tidak bergejala (jadi penyebar covid) bila tidak memakai masker
- Sakit dan akhirnya sembuh dengan perjuangan
- Syahid dan bertemu Sang Pencipta

Waspadai, bukan untuk menyebar kepanikan..tapi mengingatkan untuk waspada.

Rekrut sebanyak mungkin orang untuk berkampanye mengingatkan tentang VIRUS INI.

(dr. Yusdeny Lanasakti)
Covid Pembunuh Dalam Senyap Saya cerita dikit kasus siang ini, saya dokter penyakit dalam di Bondowoso. Saya buka...
Dikirim oleh Yusdeny Lanasakti pada Sabtu, 12 September 2020
loading...