Ruangguru Sumbangkan Seluruh Pendapatan dari Kartu Prakerja, Ada Apa?


Ruangguru Sumbangkan Seluruh Pendapatan dari Kartu Prakerja

Kebijakan Ruangguru menyumbangkan seluruh pemasukan sebagai mitra resmi Kartu Prakerja untuk membantu penanganan COVID-19 sungguh patut dipuji. Ini langkah kemanusiaan yang penuh empati yang seharusnya diikuti juga oleh platform digital lainnya: Bukalapak, Tokopedia, Pijar Mahir, Mau Belajar Apa, Sekolahmu, Pintaria.

Pemasukan itu berasal dari salah satunya komisi jasa. Pada Gelombang 1-3 lalu, Skill Academy yang seentitas dengan Ruangguru juga menjadi lembaga pelatihan maka uang hasil pembelian video pun dibukukan sebagai pemasukan.

Hitungan berdasarkan rilis Ruangguru bahwa 310.970 peserta membeli video di Skill Academy maka jika rata-rata setiap peserta menggunakan Rp500 ribu dari Rp1 juta yang terdapat dalam saldo nontunai, terdapat dana yang bisa disumbangkan sebesar Rp155,4 miliar.

Secara strategis, manuver Ruangguru tepat. Sebab, ia akan terbebas dari potensi tekanan untuk membagi pemasukan itu kepada oknum-oknum (pejabat maupun bukan) yang meminta jatah balik (kickback).

Seterang-terangnya Ruangguru sebaiknya nanti membuka berapa dana Gelombang 1-3 yang masuk rekening perusahaan dan utuh disumbangkan langsung—kabarnya melalui BNPB.

Mitra platform digital lain sebaiknya juga segera berhitung dan cepat ambil keputusan. Akan sangat konyol mengikuti arus permainan kotor pihak-pihak tertentu yang mau ambil untung sendiri saat sulit pandemi seperti sekarang dari Kartu Prakerja.

Segera ambil keputusan seperti Ruangguru atau menolak pasal komisi jasa dalam aturan Prakerja adalah bijak dan terpuji.

Mumpung saat ini revisi Permenko Perekonomian tentang Kartu Prakerja sedang berlangsung dan saya dengar betapa ruwet dan pusingnya perdebatan di dalam tentang bagaimana caranya mengakali klausul komisi jasa itu.

Kita semua perlu membuktikan yang namanya pelatihan kerja dan peningkatan kompetensi tidak butuh jual beli video pakai duit negara. Insentif kepada korban PHK/peserta tidak butuh syarat membeli video, bagi saja langsung asal datanya terverifikasi. Dengan demikian mereka yang mau cari celah celamitan meminta jatah dari bisnis jual beli video Prakerja akan gigit jari.

Tapi, jika nanti Permenko Perekonomian (di mana menterinya menjabat juga Ketua Umum Golkar) hasil revisi masih beraroma bisnis jual beli video—komisi jasa dan sejenisnya—-masyarakat bisa menjadi saksi betapa kotornya otak dan hati oknum-oknum itu.

Kita bisa tebak bahwa itu pasti melibatkan pejabat tinggi berpengaruh yang bisa mengatur pembentukan regulasi untuk mengamankan kantung sendiri/kelompok.

(By Agustinus Edy Kristianto)

loading...