Postingan HRS Selalu Dibredel Facebook


Postingan HRS Selalu Dibredel Facebook

Facebook memiliki standard subyektivitas tersendiri dalam membuat kebijakan.

Artinya itu dapat ditafsirkan bahwa facebook ingin mengatakan, jika mereka partisan, rasis, membenci golongan atau kelompok tertentu, mereka BERHAK untuk melakukan BREDEL sesuka hati.

Bahkan untuk lolos dari gugatan hukum pihak-pihak yang merasa terdzalimi hak-haknya karena telah diperlakukan tidak adil, facebook membuat celah berlindung dengan berpura-pura memberikan ruang kepada pemilik akun untuk seolah-olah menyatakan BANDING, yakni pernyataan tidak setuju.

Padahal ini justru menunjukan bahwa facebook memiliki standar berlipat ganda dalam menonjolkan kebijakan dan sikap yang kental dengan kebencian, rasis dan lebih berbahayanya lagi adalah facebook patut diduga telah ikut BERPOLITIK.

Jika itu benar, maka aneh betul prilaku aplikasi penyedia ruang publik ini. Mereka yang seharusnya independen ini ternyata justru bermain api dengan ikut-ikutan berpolitik dengan menjadi ALAT POLITIK bagi sebuah kekuatan politik.

Seharusnya umat Islam, FPI, atau lembaga-lembaga Islam lainnya yang merasa ketidak benaran kebijakan media masa sosial ini bisa melakukan gugatan class action kepada facebook lewat jalur konstitusi.

Facebook ini sejatinya adalah entitas asing (sekalipun mereka membuka representatif lokal di indonesia). Ketika ada pihak asing yang melakukan kegiatan politik di lndonesia, apakah dalam bentuk propaganda, sponsor, dsbnya, maka patut diduga adanya kekuatan asing yang sedang bermanuver dan melakukan intervensi dalam politik Indonesia. Dan itu perlu diambil tindakan hukum.

Okelah jika hari ini mereka telah berlaku busuk terhadap umat Islam dan ulamanya, tapi ingat, bandul waktu terus berayun, roda waktu terus bergerak. Tak ada kekuasaan yang abadi, suatu saat kekuasaan akan berganti pada pundak mana ia akan bertampuk.

Kita hari ini cukup sekedar tau dan sadar saja, bahwa ternyata benar ada kekuasaan pembenci ulama yang saat ini telah keluar dari akarnya dan membelit kebanyak instalasi instansi, birokrasi, media, budaya, hukum, pendidikan dan bahkan instalasi keagamaan itu sendiri.

Waspadalah .. waspadalah ..!!!.

Salam sehat,

(Nazlira Vardha)