KAMI Versi Mahasiswa, Ini Mahasiswa Mana, Ya?


KAMI Versi Mahasiswa, Ini Mahasiswa Mana, Ya?

Oleh: Supartono JW (Pengamat)

Saat membaca berita tentang ada mahasiswa Indonesia yang pro pemerintah, bagi saya menjadi kejutan. Saya terkejut karena inilah kali perdana ada pergeseran sikap di kalangan mahasiswa karena pro dengan pemerintahan Jokowi.

Namun, seperti pertanyaan banyak orang, ini mahasiswa yang mana? Dari kampus mana? Yang malah menyatakan dukungan dan kesiapannya mengawal pemerintah di bawah kata-kata Koalisi Aktivis Mahasiswa Indonesia (KAMI).

Menyerupai KAMI yang telah dideklarasikan oleh para tokoh nasional, KAMI "mahasiswa" dideklarasikan di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (25/8/2020).

Bahkan dalam orasi dan deklarasinya mengusung lima poin pernyataan, yaitu:

1. KAMI menyatakan Indonesia saat ini dalam keadaan baik-baik saja.

2. KAMI mendukung pemerintah pusat dan daerah untuk fokus pada penanganan COVID-19.

3. KAMI mendukung pemerintah dalam upaya meningkatkan kemandirian ekonomi yang berbasis kerakyatan.

4. KAMI mengutuk keras kepada kelompok-kelompok yang mencoba memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

5. KAMI mendukung pemerintah untuk memperkuat Pancasila sebagai dasar ideologi bangsa.

Selain, sebagaian besar masyarakat Indonesia terkejut dan penasaran "KAMI" mahasiswa ini dari kelompok mana, kampus mana, dan sudah banyak pula rakyat yang berpikir, siapa yang mendanai aksi "KAMI", melihat wujud isi pernyataan dalam deklarasi yang berisi lima poin pun masyarakat jadi heran.

Pertanyaannya, ke mana saja mahasiswa yang mengaku "KAMI" ini selama ini? Apakah mereka benar-benar mahasiswa di Indonesia? Apakah mereka benar-benar anak-anak Indonesia?

Maaf, bila menilik dari lima poin isi deklarasinya, saya menilai, ini bukan pekerjaan asli mahasiswa Indonesia.

Misal, dalam poin satu, masa menyebut Indonesia saat ini dalam keadaan baik-baik saja? Dan, poin lainnya, masyarakat pun bisa menilai sendiri, kira-kira apakah itu pemikiran mahasiswa Indonesia?

Dalam kondisi rakyat menderita selepas Indonesia lepas dari penjajahan kolonialisme, selama ini pergerakan mahasiswa memang selalu menjadi andalan rakyat. Mahasiswa Indonesia dianggap sebagai salah satu agen yang membawa perubahan (agent of change) bagi kehidupan masyarakat.

Namun, selepas reformasi dan khususnya di bawah pemerintahan Jokowi pengaruh pergerakan mahasiswa dalam memberi stimulus perubahan sosial di Indonesia tampaknya mulai berkurang efektivitasnya dan perannya.

Banyak pihak dan pengamat berpendapat dan dapat saya simpulkan bahwa mengapa peran mahasiswa kini tak lagi memihak rakyat kecil dan menjadi tumpul ke atas, musababnya karena gerakan mahasiswa sudah dikerdilkan lewat pemberlakuan sistem kampus yang mulai mempersibuk mereka untuk menyelesaikan kuliah secara cepat.

Regulasi kampus yang dibuat kian ketat oleh pemerintah dalam rangka mengkerdilakan dan membuat mahasiswa tiarap karena "ditekan" maka membuat mahasiswa sulit berfungsi seperti sebelum zaman ini.

Jangankan melakukan aksi demo turun ke jalan lagi, di salah satu daerah saja terpublikasi ada satu aksi mahasiswa yang justru digembosi oleh pihak kampus sendiri.

Lebih dramatis lagi, tidak sedikit mahasiswa yang harus berurusan dengan aparat kepolisian lantaran keterlibatan mereka dalam aksi demonstrasi.

Lebih dari itu, pemerintah Jokowi juga turut mengondisikan gerakan mahasiswa dan kaum intelektual menjadi kehilangan taringnya.

Seharusnya dalam kondisi negara seperti ini, pemerintahan dan parlemen dikuasai oleh partai politik, dan partai politik juga dikuasai oleh pihak yang membiayai seperti diungkap oleh Ketua MPR RI yang sudah terpublikasi di media massa nasional, sudah saatnya mahasiswa kembali melakukan pengawalan secara aktif dan progresif terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang tidak memihak kepada "wong cilik" alias rakyat kecil.

Mahawasiswa, sudah sewajibnya, seharusnya mampu menunjukkan peran sebagai agent of control terhadap rezim yang sedang berkuasa.

Bukan menjadi mandul seperti sekarang ini karena adanya berbagai tekanan dan malah jadi mencari aman.

Bukannya menunjukkan kembali eksistensi membela rakyat karena sebagai agent of control, malah kini ada mahasiswa yang mengaku "KAMI" malah mendukung semua kebijakan pemerintah dengan mengeluarkan lima poin deklarasi yang sungguh "dangkal".

Saya hanya berharap, KAMI yang mengaku mahasiswa ini, benar-benar mahasiswa Indonesia yang "cerdas" dan sedang membuat paradigma baru menjadi agent of control dengan cara yang lunak, merapat ke pemerintah, bukan seperti cara-cara mahasiswa "tulen" yang memihak rakyat kecil di tengah ketidakadilan dan ketidaksejahteraan yang rakyat tidak terima dari pemerintah.

Meski tetap bertanya, mereka ini apakah yakin benar-benar mahasiswa? Lalu, dari kampus mana? Dan, apakah mereka juga bukan bagian dari buzzer pemerintah Jokowi yang mendapat kucuran anggaran demi melakukan aksinya melindungi pemerintah?

Lucu memang, di tengah krisis moral dan ketidakadilan berkepanjangan di NKRI, ada model mahasiswa begini? Versi mana, ya?[]

___
*Sumber: Kompasiana
**Foto: Sindonews