Jangan Biarkan Politik Dinasti Langgeng, Ferguso!


Jangan Biarkan Politik Dinasti Langgeng, Ferguso!

Sudah sejak jaman dahulu kala, setiap penguasa atau raja selalu mengangkat putra mahkota sebagai calon penerusnya. Seakan tidak pernah rela bila kekuasaan jatuh kepada orang di luar garis keturunannya.

Lalu datanglah sistem demokrasi, dimana kekuasaan milik rakyat. Sistem yang memberi kesempatan kepada siapa saja untuk menjadi pemegang kuasa. Asalkan mendapatkan mandat rakyat melalui pemungutan suara dalam pemilihan umum.

Tapi, apakah hasrat ingin berkuasa untuk menurunkan kekuasaan kepada orang-orang dekatnya hilang? Oh, tidak semudah itu ferguso! Hasrat berkuasa adalah salah satu hasrat yang akan melekat pada sifat manusia. Selama namanya manusia, maka hasrat itu tak akan pernah hilang.

So, jangan pernah berpikiran: Kekuasaan itu kayak toilet umum di bandara atau stasiun kereta. Mereka sudah pegang kuasa akan rela memberikan kepada orang lain. "Silakan gantian, sekarang giliran anda berkuasa!" Gak akan saudara!!!

Lalu bagaimana, agar kuasa tidak menjadi dominasi keluarga atau kelompok tertentu saja. Nah disitulah peran kita semua, untuk selalu menghadirkan kekuatan penyeimbang. Kekuatan alternatif. Agar tidak ada dominasi. Sebenarnya sistem demokrasi sudah memberikan ruang untuk itu semua.

Namun demikian, hukum alam akan selamanya berjalan. Yang akan menang dalam sebuah kompetisi, ya mereka yang sudah bersiap diri. Memiliki sumberdaya yang cukup, bahkan berlebih. Memilikili banyak keunggulan, baik keunggulan kompetitif atau maupun komparatif.

Sayangnya, banyak orang-orang terutama kaum muda yang alergi dengan politik. Mereka beranggapan politik itu menakutkan, jahat, tidak menarik, tidak menjanjikan, penuh resiko dan beragam persepsi negatif lain. Akibatnya makin sedikit anak muda yang terlibat politik. Mau belajar, menguasai konsepsi, memahami cara bekerjanya, membangun relasi dan jaringan dan seterusnya.

Maka tidak heran, bila aktor politik masih didominasi kelompok tertentu. Kata orang Betawi 4L, Lu Lagi Lu Lagi. Dalam pemilihan kepala daerah, tidak banyak tokoh yang berani tampil. Pada akhirnya pilihan terbatas itu-itu saja.

Gelora Indonesia, mengajak kamu semua untuk terlibat dalam politik. Kamu yang mau belajar sejak awal atau maunya langsung tancap gas, tersedia kok ruangnya. Karena Gelora Indonesia adalah panggung kita bersama.

So, enggak usahlah kamu sok nunjuk-nunjuk orang lain melakukan politik dinasti. Sementara kamu cuman diam. Kalau emang kamu mau, persiapkan saja dirimu. Siapa tahu pada kesempatan pilkada depan, kamulah yang mendapatkan kesempatan.

Ayo berperan. Gak usah baperan!

Oke, bismillah... gass!!!

By Setiya
(Sekjen DPW Partai Gelora DI Yogyakarta)

loading...