Perayaan 6 Tahun Ruang Guru Blocking Siaran 9 TV Nasional, Salam Rp5,6 Triliun....



Saya dikirimi dan di-tag poster 6 Tahun Ruang Guru. Ada tayangan khusus serentak di 9 TV nasional: RCTI, GTV, MNC TV, Indosiar, SCTV, Trans7, TransTV, ANTV, dan O Channel. Artis-artis nasional naik panggung.

Itu hak RG (Ruang Guru). Dia punya uang untuk blocking. Punya uang untuk bayar artis. Mau ditayangkan di bulan mengundang alien juga bebas.

Itu bisnis. Kemasan. Komoditas. Persoalan inti bisnisnya di bidang pendidikan atau klenik, itu cuma masalah strategi pemasaran untuk meningkatkan penjualan dan reputasi.

Venturra Capital (Lippo Group), General Atlantic, UOB Venture, East Ventures, GGV Capital dkk para investor di balik RG bisa bikin apa saja semau perencanaan dan eksekusi bisnis perusahaan.

Kita jadi belajar untuk tak sekadar nyinyir, iri hati, dengki... Sebab, kita memegang prinsip dan membela sesuatu yang penting bagi hajat hidup orang yang jauh lebih banyak: masyarakat umum, korban PHK, peserta Kartu Prakerja.

Justru kita menemukan konteks situasi dan akar perkara. Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja berkata pada 22 Juni 2020 tentang mengapa ada sistem pelatihan berbayar dalam program Kartu Prakerja yang dialokasikan dari uang negara Rp5,6 triliun sebagai berikut:

“Adanya konsep pelatihan berbayar adalah demi menjamin keberlanjutan dari sebuah ekosistem dunia usaha yang meliputi sarana pembayaran, pengelola pelatihan dan penyedia jasa pelatihan, serta seluruh rantai usaha yang terlibat...”.

Sekarang kita makin terang siapa yang sebenarnya mau dijamin bisnisnya oleh pemerintah. RG adalah platform digital yang video pelatihannya paling banyak dibeli peserta (setidaknya menurut data yang beredar pada awal Mei 2020 lalu), RG adalah platform digital (bersama 7 lainnya) yang dilegalkan mengambil komisi jasa bahkan dikuatkan dalam perpres terbaru yang diteken Jokowi, RG dkk adalah platform digital mitra resmi pemerintah yang memiliki kedudukan strategis dalam pelaksanaan Kartu Prakerja.

Mungkin kita berpikir tentang ke mana empati apalagi dalam situasi pandemi seperti sekarang. Ke mana perasaan terhadap situasi krisis yang membuat banyak pekerja menjadi korban PHK. Tapi sejak lama empati absen dari kelas entah ke mana di negara ini. Perpres Prakerja terbaru Jokowi yang tidak merevisi sesuatu yang substansial adalah contoh paling nyata larinya empati dalam pembuatan kebijakan publik oleh pemerintahan saat ini.

Pendidikan, pelatihan kerja, kecakapan adalah komoditas di tangan pemerintah dengan menggandeng RG dkk. Komoditas yang bisa menghasilkan untung dan reputasi sekaligus dengan pembiayaan negara. Tentu ini bukan porsi orang susah. Ini bagian mereka yang memiliki uang dan akses terhadap kekuasaan.

Sebentar lagi Gelombang IV pelatihan kartu prakerja akan dibuka. Ribuan hingga jutaan orang akan mendaftar sebagai peserta (pun pembeli video pelatihan di platform digital). Uangnya dari negara.

Begitulah negara menjamin bisnis menggelembungkan uang dengan bungkus meningkatkan kompetensi, membantu korban PHK, dan memenuhi janji ‘suci’ kampanye presiden mereka.

Salam 5,6 Triliun.

(By Agustinus Edy Kristianto)
Saya dikirimi dan di-tag poster 6 Tahun Ruangguru. Ada tayangan khusus serentak di 9 TV nasional: RCTI, GTV, MNC TV,...
Dikirim oleh Agustinus Edy Kristianto pada Kamis, 16 Juli 2020