Pemerintah akan Bawa Pasien COVID-19 Surabaya ke RSKI Pulau Galang, Gak Mikir?


Pemerintah akan Bawa Pasien COVID-19 Surabaya ke RSKI Pulau Galang???

MIKIR..!!

Membludaknya pasien covid di Surabaya, menyebabkan rumah sakit kehilangan daya tampungnya.

Surabaya masih dianggap zona corona, setiap hari selalu ada pasien baru yang positif. Tangisan dan sujud Risma adalah bentuk ketidakberdayaannya menghadapi masalah ini.

Pemerintah mengambil opsi akan membawa pasien covid Surabaya ke Pulau Galang, Riau.

https://tirto.id/pemerintah-akan-bawa-pasien-covid-19-surabaya-ke-rski-pulau-galang-fMZt

Entah siapa yang mengusulkan hal ini, namun jelas ini adalah opsi konyol. Dari awal gembar gembor kebanggaan rumah sakit corona di pulau galang, sudah ada yang mempertanyakan mengapa rumah sakih khusus corona dibangun di daerah yang jauh dari pusat corona, DKI.

Alasan pemerintah, rumah sakit di pulau galang dikhususkan untuk TKI yang baru datang dari Malaysia atau negara lain. Pembangunan rumah sakit yang memakai gedung lama ini menghabiskan dana Rp 400 M.

Dana yang sangat besar disaat negara ini masih membutuhkan banyak biaya untuk penanganan corona di daerah sentral. Pembangunan di sebuah pulau juga adalah bentuk kesalahan. Ingin terlihat meniru Cina yang membangun rumah sakit corona dalam 1 minggu, tapi melupakan fungsinya tepat atau enggak.

Seharusnya pembangunan rumah sakit ditempatkan pada daerah yang menjadi titik sentral penyebaran terbesar.

Kita tau, bahwa pulau Jawa menjadi momok penyebaran corona paling dahsyat. Dimulai DKI, kemudian merambat ke Jawa Barat dan Jawa Tengah. Lalu Jawa Timur masuk diterakhir dan paling parah, karena sudah dianggap zona merah semua wilayah.

Dengan pengamatan ini, seharusnya rumah sakit corona dibangun di pulau jawa sebagai rumah sakit penopang dari rumah sakit rujukan yang ada. Yang terjadi, pemerintah malah salah kaprah menjadikan pulau galang sebagai tempatnya.

Dengan radius ratusan kilometer dari pulau jawa, transportasi apa yang akan membawa pasien corona dari pulau jawa ke sana? Bagaimana dengan estimasi waktu dan ketersediaan peralatan kesehatan dalam perjalanan? Ini yang gak kepikiran sama pejabat negara.

Anggaran sudah disiapkan, tapi perencanaan mentah dari studi kelayakan. Jika diilustrasikan, seperti orang kaya baru yang asal lempar uang. Berkali-kali kejadian seperti ini, gak membuat pemerintahan Jokowi jera untuk belajar.

Banyak pembangunan infrastruktur justru diabaikan setelah selesai karena kurang diminati oleh masyarakat. Menghamburkan uang pada program-program yang tidak tepat sasaran.

Panik boleh, tapi otak harus jalan..

Mikir..!!

(By Iwan Balaoe)