Kasus Kebocoran Denny Siregar Cepat Ditangani, Kasus Santri Yang Dicap Calon Teroris Gimana?


Data bocor bukan hanya dari provider layanan telekomunikasi. Bisa saja dari tempat lain.

Dari pinjaman bank konvensional, pinjaman online juga pengajuan kartu kredit.

Ketika Zulfikar meradang, kenapa langsung menuduh telkomsel dan lucunya langsung ketemu pelakunya. Siapa tau itu mobil datsun menjadi titik perkaranya, karena mengajukan kredit di leasing.

Pengajuan kredit kan butuh identitas juga. Atau Zulfikar pernah iseng coba2 pinjaman online, tapi keterusan. Pinjaman online juga meminta identitas diri si pemohon.

Ini laporan para santri dan ulama pesantren sudah duluan, malah yang dipercepat laporan kebocoran data dengan telkomsel yang tertuduh.

Bukan menyangsikan kerja aparat, tapi seharusnya aparat bisa mendahulukan kasus pelaporan umat atas apa yang Zulfikar lakukan. Karena kasus ini potensi ributnya luar biasa apabila berjalan lama.

Kita mau bersikap adil dengan aparat, namun aparat sendiri memposisikan dirinya terkesan melindungi Zulfikar dengan memproses masalah kebocoran data. Sebelum kasus Zulfikar, sudah banyak kebocoran data yang dilakukan oleh salah satu akun Twitter 'digembok'. Namun tidak pernah ada pengungkapan atau penangkapan atas akun itu.

Belum lagi kasus Ulil Yusron, salah satu relawan Jokowi yang mengunggah KTP seorang dengan tuduhan jahat. Itu juga suatu pelanggaran, namun aparat seperti diam tanpa reaksi.


Ada apa dengan aparat ini? Kenapa selalu bertolak belakang dengan keinginan rakyat atas kerjanya?

Jika seperti ini, akan bahaya nantinya. Setiap ada kasus hukum, bukan cara konstitusi yang dipilih. Melainkan cara hukum rimba. Sudah terlalu sabar menunggu, mohon jangan lagi diuji kesabaran umat.

Cobalah untuk memperlihatkan kemajuan pelaporan para santri dan ulama atas kasus anak-anak yang diframing sebagai teroris. Perlihatkan bagaimana perkembangannya sampai sejauh ini.

Tundalah dulu mempublikasi tentang keresahan Zulfikar, jangan dahulukan apa yang ia resahkan dengan keluarganya. Ini keluarga para santi, para orang tua yang dikatakan teroris bagaimana?

Kok makin kesini makin menyedihkan. Mengelus dada melihat semua ini. Kami berharap, tolong dengar apa yang kami minta..

(By Setiawan Budi)

Baca juga :