Dubes China Untuk Inggris Gelagapan Ditayangkan Bukti Video Drone Tahanan Muslim Uighur


Setelah pada 15 Maret 2019 Penasehat Kepresidenan, Charles Liu yg gelagapan dan bahkan mengakui bahwa ia juga belum pernah ke Provinsi Xinjiang di acara Head to Head-nya Al Jazeera, kini gelagapan dan ungkapan rasa heran juga menimpa Liu Xiaoming, Duta Besar China untuk Inggris ketika ditanya oleh Marr di BBC.

Ketika ditayangkan video drone yg merekam adanya orang-orang Uyghur yg diikat tangannya, ditutupi matanya dan dibariskan di sebuah tempat terbuka, Xiaoming beberapa saat terdiam sebelum gelagapan dan berkelit bahwa ini adalah proses transfer terpidana antar penjara. Sambil selanjutnta mengutarakan seperti alasan klasik sebelumnya bahwa mereka adalah radikalis, teroris dan seterusnya.

Xiaoming lupa atau mungkin tidak cermat, bahwa ada mereka yg diikat, ditutupi dan diperlakukan tak manusiawi itu mengenakan seragam yg khas. Sehingga dengan mudah dapat diketahui bahwa mereka bukanlah terpidana yg sedang proses transfer penjara.

Baiklah, mungkin sudah saatnya saya sampaikan. Walau mungkin, agen-agen China di Indonesia (yg juga 'mengikuti' saya) dan juga para sahabat WNI yg 'pengabdi dan penghamba Xi Jinping akan ikut gelagapan.

Video yg diperlihatkan kepada Xiaoming ini sebenarnya sudah pernah saya perlihatkan kepada sahabat di tanah air. Khususnya yg bersilaturrahim offline.

Begini:

1. Video diambil menggunakan drone DJI Phantome pada April 2019. Dan, mengagetkan dunia khususnya China pada September 2019.

2. Lokasi kejadian adalah di Korla (ibukota kabupaten Bayingol, 1.000 km dari Kashgar dan atau 477 km dari Urumqi, ibukota provinsi Xinjiang).

3. Mereka yg diikat tangannya, ditutipi matanya itu mengenakan rompi bertuliskan 喀什看守所, Kashgar Detention Center. Artinya, sekitar 600 orang 'berseragam' itu berasal dari Kashgar. Diketahui kemudian bahwa mereka adalah para 'siswa kamp pendidikan' yg dipindahkan dari Kashgar ke Korla.

Kenapa April 2019 ada pemindahan? Lihat alinea awal, Maret 2019 penasehat kepresidenan tak bisa menjawab kenapa dan ada apa yg terjadi sebenarnya di Xinjiang. Ketika tak bisa menjelaskan dengan baik, mengakibatkan kepenasaran 'dunia' tentunya bertambah. Banyak jurnalis hingga pemerhati kemanusiaan datang ke Xinjiang (baik secara resmi atau pun menggunakan sembunyi-sembunyi). Dan, banyak fakta yg terungkap dan menjadi perhatian banyak pihak hingga akhirnya ada putusan bersalah dan sanksi atas perbuatan China kepada saudara Muslim Uyghur pada 9 Juli 2020 ini.

Apakah derita Muslim Uyghur akan berakhir? Semoga saja. Walau memang sepertinya masih perlu waktu untuk memperjuangkannya. Setidaknya, kini China tak bisa memungkiri dan berkelit lagi. Bahwa penindasan terhadap masyarakat Uyghur memang benar adanya.

Apa kabar yg dulu berkata Uyghur baik-baik saja?

Oh ya, Xiaoming bertanya dengan pertanyaan standar: Have you been to Xinjiang? Sayang Marr menjawab tidak (namun rekan jurnalis BBC beberapa kali saya jumpai di Xinjiang). Seandainya dia bertanya pada saya, saya akan menjawab: "For sure. For last 2 years untill before Corona Virus outbreak. And we've recorded that drone video for you..."

(Azzam Mujahid Izzulhaq)

[Video]
Baca juga :