dr. Tifa: Anak siapa ini? Apa tidak diajari budi pekerti dan empati?


Anak siapa ini?

Coba buka maskernya.

Apa tidak diajari sopan santun? Budi pekerti?
Rasa empati?

Corona itu membunuh rakyat.
Malah jadi bahan gojegan.

Kalau tidak ada yang ngajarin.
Saya ajarin:

Masker ini adalah TANDA. Bahwa manusia, seluruh Rakyat Indonesia, sedang dalam BAHAYA. Malapetaka.

Masker ini, adalah TANDA. Bahwa kita sedang dalam Peperangan.
Musuh yang dilawan, bahkan Kepala BNPB Jendral Doni sampai bilang,  Corona itu bagaikan Malaikat Pencabut Nyawa.

Maka, bocah tengil.

Jangan jadikan penggunaan Masker ini sebagai bahan gojegan. Bahan petentang petenteng dan mentang-mentang.

Pakai Masker, sebagai TANDA, bahwa kamu punya empati

Kepada Rakyat yang sedang ketakutan dan menderita.

Kepada Para Dokter dan Nakes yang sudah gugur jadi Syuhada.

Masker ini. Sebagai TANDA,  sikap bahu-membahu saling melindungi satu sama lain.

Bukan bahan lelucon. Ngeprank. Apalagi pencitraan.

Untuk bahan kampanye sebagai Kepala Daerah,

Maskermu jelek, tau!

Postingan ini adalah Teguran seorang Rakyat, yang kebetulan adalah seorang Ibu, yang tidak akan membiarkan kelakuan tidak patut, dari seorang Public Figure yang seharusnya menjadi PANUTAN, dipertontonkan di depan umum.

Tidak ada sedikitpun kebencian ataupun penyerangan personal.

Amar ma'ruf nahi munkar, harus selalu ditegakkan.

Tingkah laku yang buruk dan berpotensi merugikan rakyat banyak, harus ditegur. Tidak boleh rakyat hanya bungkam dan diam.

Kalau personal. Saya ngomong gini.

Cah, martabakmu ra istimewa. Biasa. Tuku pisan ra pengen mbaleni.

(dr. Tifauzia Tyassuma)
Anak siapa ini? Coba buka maskernya. Apa tidak diajari sopan santun? Budi pekerti? Rasa empati? Corona itu membunuh...
Dikirim oleh Tifauzia Tyassuma pada Sabtu, 18 Juli 2020
loading...