Anak-anak Kesusahan Sekolah Daring, HELLO... KALIAN PAK MENTERI NGAPAIN AJA ???


Anak-anak Kesusahan Sekolah Daring, HELLO... KALIAN PAK MENTERI NGAPAIN AJA ???

Insya Allah saya bisa menyediakan infrastruktur data buat anak saya terkait pendidikan. Jadi kejengkelan saya bukan karena kepentingan saya pribadi. Tapi bagaimana dengan wali murid dan murid yang kesulitan menyediakan akses data yang baik dan murah disaat pandemi ini? Jelas ini domain-nya pemerintah sebagai pengambil kebijakan, khususnya Kemendikbud dan Kemenkominfo.

Padahal pemerintah bisa aja melakukan manuver, seperti menggratiskan akses data buat siswa, dengan kerja sama operator.

Akses data lokal (dalam negeri) harusnya bisa di NOL kan biayanya saat ini, sejauh content datanya masih dalam ruang lingkup IP lokal. Tapi jika akses luar negeri mungkin ada biaya. Nah pemerintah buat content lokal (taro di server lokal) yang bisa diakses secara gratis. Tapi untuk akses internasional tidak gratis. Harusnya Kominfo mampu mengatur hal ini, kalo gak mampu, mendingan Kominfo di BUBARKAN aja.

Solusi lain, Kemendikbud bangun infrastruktur data di tiap sekolah. Pasang Base Transceiver Wireless untuk diberikan gratis ke siswa dengan radius beberapa KM. Akses data untuk kelas online dan dibatasi jam-nya, misal dari jam 7 pagi sampai jam 12 siang.

Marah? iya saya marah. Karena beberapa kali kita baca tulisan orang tua murid harus menyisihkan uang dapur hanya untuk content data dan sebagian berhutang. Sementara kualitas pendidikan saat ini paling tinggi hanya perkiraan 10% dibandingkan sebelum pandemi.

Mau menyalahkan pandemi? ya gak begitu cara berfikirnya, mereka yang ada di Kementerian harusnya lebih pintar dibanding rakyat jelata seperti saya. Minimal jika kualitas pendidikan tidak bisa sama, tapi janganlah menambah beban biaya orang tua siswa atau peserta didik karena akses data internet.

By Alhadi Muhammad
(Wali murid)

Baca juga :