Awas! Jangan Tertipu Angka, Covid-19 Masih Mengintai


[PORTAL-ISLAM.ID]  Soal manipulasi data mereka memang ahli. Sudah teruji dan terbukti.

Ketika Raja bertitah akhir Mei ini pandemi Covid-19 harus berakhir apapun caranya, maka mereka tinggal buka kamus kemarin bagaimana cara manipulasi data.

Bagi mereka, nyawa tidak ada artinya. Sekitar 700 nyawa KPPS melayang untuk manipulasi data lalu, dan sekarang hampir 1.000 orang yang meninggal akibat Covid-19. Tak ada empati untuk menyelamatkan warga. Uang sudah jadi kuasa.

Ketika daerah-daerah mulai berontak, menolak dan mengusir para pekerja aseng yang datang, ini jadi warning buat mereka. Cuma bisa hilang.

Lalu para Taipan dan konglo mulai mengancam cashflowmereka hanya sanggup sampai bulan Juni ini, jadi warning buat dia. Sementara pandemi Covid-19 belum mencapai puncak, tidaklah jadi perhatian buat dia.

Roda ekonomi harus di gerakan, PSBB harus di longgarkan agar buruh-buruh aseng bisa masuk lagi. Soal nyawa warga masih terancam virus Covid-19, itu bukan urusan.

Lalu langkah disusun. Timeline roda ekonomi disusun, kebijakan pelonggaran PSBB dibuat, usia di bawah 45 tahun sudah boleh bekerja. Angka uji sampel pun mulai dimainkan. Terjadi penurunan kasus baru dalam dua hari, setelah rekor kasus pada hari Sabtu.

Jika terjadi kegiatan ‘dinormalkan’, waspadalah. Itu hanya semu. Jika ingin selamat, ikuti terus protokol, pakai masker, sering cuci tangan, jangan bersalaman, langsung ganti baju di kamar mandi usai beraktifitas di luar, tingkatkan imunitas tubuh, sering makan buah dan sayur. Jangan lengah, Covid-19 masih mengintai dan berada di sekitar kita.

Salam damai Covid-19.

Penulis: Denni Risman
loading...