Shalat Tarawih, Wajibkah Baca Surat Sesuai Urutan Mushaf?


"Imam Gadungan"

Gegara Tarawih di masjid ditiadakan, akhirnya banyak bapak-bapak yang terpaksa jadi imam Tarawih dadakan di rumah, dengan modal hafalan pas-pasan.

Sayangnya, ada seseustadz kondang "ngeledekin" imam-imam dadakan ini dengan sebutan "imam gadungan", gegara membaca Surat Al-Quran tidak sesuai urutan mushaf.

Seharusnya dihargai dan gak perlu diledekin, emang mereka imam dadakan, syukur masih mau qiyam Ramadhan.

Dulu para ulama juga sudah membahas hukum bacaan surah yang tidak berurutan ini, tanpa embel-embel menyebut imam gadungan bla bla.. Sebab hukumnya tidak ada ulama yang memfatwakan wajib harus berurutan, cuma khilaf aula (menyelisihi yang lebih baik), shalat tetap sah.

Ustadz dan da'i tentu tidak layak membuat istilah buruk pada mereka yang berusaha untuk tetap tarawihan dengan segala keterbatasan ilmu mereka, kalau salah tunjukkan saja mana salahnya tanpa menjelek-jelekkan.

قال النووي رحمه الله في "التبيان: ولو خالف الترتيب فقرأ سورة ثم قرأ التي قبلها ، أو خالف الموالاة فقرأ قبلها ما لا يليها جاز وكان تاركًا للأفضل

قَالَ اِبْن بَطَّال : لا نَعْلَم أَحَدًا قَالَ بِوُجُوبِ تَرْتِيب السُّوَر فِي الْقِرَاءَة لا دَاخِل الصَّلاة وَلا خَارِجهَا , بَلْ يَجُوز أَنْ يَقْرَأ الْكَهْف قَبْل الْبَقَرَة وَالْحَجّ قَبْل الْكَهْف مَثَلا
Imam Nawawi berkata dalam kitab “Attibyan”: Walau seseorang melanggar (urutan) surat, dia membaca satu surat kemudian dia membaca surat sebelumnya, atau melanggar kesinambungan surat dengan membaca surat yang bukan urutan setelahnya, maka hukumnya boleh, walau yang lebih baik/lebih afdhol adalah membaca surat secara berurutan.

Ibnu Batthol berkata: Kami tidak mengenal orang yang mewajibkan membaca AlQuran dengan surat yang berurutan. Baik dalam shalat maupun di luar shalat. Bahkan boleh membaca Al-Kahfi sebelum Al-Baqoroh atau surat Al-Haj sebelum surat Al-Kahfi sebagai contoh.

Nabi shalallahu alaihi wa salam juga pernah tidak urut bacaannya, setelah Al-Baqarah kemudian An-Nisa lalu Ali Imran...

ﻗﺎﻝ: ﺻﻠﻴﺖ ﻣﻊ اﻟﻨﺒﻲ - ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ﺫاﺕ ﻟﻴﻠﺔ ﻓﺎﻓﺘﺘﺢ اﻟﺒﻘﺮﺓ، ﻓﻘﻠﺖ: ﻳﺮﻛﻊ ﻋﻨﺪ اﻟﻤﺌﺔ، ﺛﻢ ﻣﻀﻰ. ﻓﻘﻠﺖ: ﻳﺼﻠﻲ ﺑﻬﺎ ﻓﻲ ﺭﻛﻌﺔ ﻓﻤﻀﻰ، ﻓﻘﻠﺖ: ﻳﺮﻛﻊ (¬1) ﺑﻬﺎ، ﺛﻢ اﻓﺘﺘﺢ اﻟﻨﺴﺎء ﻓﻘﺮﺃﻫﺎ، ﺛﻢ اﻓﺘﺘﺢ ﺁﻝ ﻋﻤﺮاﻥ ﻓﻘﺮﺃﻫﺎ،

(Oleh: Ustadz Ispiraini Bin Hamdan)