Nyinyir Soal Rupiah, Budiman Sudjatmiko DITABOK Warganet


[PORTAL-ISLAM.ID]  Nilai tukar rupiah menguat tajam melawan dolar Amerika Serikat (AS) sepanjang pekan ini hingga kembali ke bawah Rp 16.000/US$.

Sepanjang pekan ini, Mata Uang Garuda membukukan penguatan 3,66% melawan dolar AS ke Rp 15.800/US$. Penguatan paling tajam terjadi pada Kamis lalu, ketika melesat 2,17%. Persentase penguatan harian tersebut menjadi yang terbesar dalam lima tahun terakhir, tepatnya sejak 7 Oktober 2015, kala rupiah menguat 3,1%.

Sentimen pelaku pasar yang sedang bagus membuat rupiah menguat tajam kemarin. Penyebaran pandemi Covid-19 yang mulai melambat memunculkan harapan segera berakhirnya masa karantina di beberapa wilayah/negara. Dengan begitu diharapkan roda perekonomian kembali berputar.

Selain itu, Bank Indonesia (BI) yang menyepakati kerja sama repurchase agreement (repo) line dengan Bank Sentral AS (The Fed) New York juga memberikan efek positif ke rupiah. The Fed New York nantinya akan menyiapkan stok dolar hingga US$ 60 miliar jika BI membutuhkan.

"Ini bentuknya repo line. Kerja sama dengan bank sentral termasuk BI dengan The Fed. Repo line ini adalah suatu kerja sama untuk kalau BI membutuhkan likuiditas dolar bisa digunakan," kata Perry, Selasa 7 April 2020.

BI mengklaim keberhasilan kerja sama ini memberikan keyakinan kepada investor asing.

Rupiah pun bisa perkasa kembali, tidak hanya melawan dolar AS, tetapi melawan mata uang utama Asia dan Eropa. Semua dilibas oleh Mata Uang Garuda.
Rupiah mampu menguat 3,66% melawan dolar Hong Kong, terbesar diantara mata uang utama Asia lainnya. Won Korea Selatan menjadi mata uang yang pelemahannya paling kecil melawan rupiah, 1,58%.

Sumber: CNBC

Menanggapi berita itu, politisi PDIP Budiman Sudjatmiko berkomentar.
Cuitan Budiman mengundang tanggapan tajam warganet.