Menkes Turki: Kami Satu-satunya Negara Yang Menyediakan Layanan Pesawat Ambulans Untuk Menjemput Pasien Warga di Belahan Bumi Manapun


Negara selalu hadir untuk rakyatnya, jadi inget Khalifah Al Mu'tasim billah..

Gak kebayang kalo Kekhalifahan masih di pegang Turki sampai sekarang, muslim beruntung banget..

ANKARA - Kementerian Kesehatan Turki pada hari Senin (27/4) kembali menjemput membawa pulang seorang pasien Turki yang sedang dalam perawatan pneumothorax atau kolaps paru-paru (mengempis) di sebuah rumah sakit di Moscow dengan sebuah pesawat ambulans.

Haluk Hasan Seyithanoğlu merupakan seorang mahasiswa berusia 24 tahun yang sedang kuliah kedokteran di Rusia. Ia tidak bisa mendapatkan operasi yang dibutuhkan di ibukota Rusia karena kondisi wabah virus corona.

Pesawat yang membawanya  mendarat di Bandara Atatürk pada pukul 10 malam. Dia kemudian dipindahkan ke rumah sakit Bezmialem di distrik Dragos Istanbul.

Haluk Hasan Seyithanoğlu telah mengalami kolaps paru-paru sebanyak tiga kali. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak menjalani operasi tetapi malah dirawat dengan memasukkan selang ke paru-parunya.

“Karena ini saya tidak menjalani operasi; itu terulang tiga kali. Mereka tidak membawa saya untuk operasi karena wabah coronavirus. Kemudian saya mengajukan permohonan ke Kementerian Kesehatan (Turki),” katanya. Ia mengapresiasi Menteri Kesehatan Fahrettin Koca dan Presiden Recep Tayyip Erdoğan.

Sejak awal wabah coronavirus, Turki telah menggunakan sumber dayanya untuk membantu warganya di seluruh dunia.

Sebelumnya pada hari Minggu, sebuah jet ambulans Turki terbang ke Swedia menjemput Emrullah Gulusken (47 tahun) yang terkena covid-19 dan keempat anaknya.


Pesawat itu terbang ke Swedia, setelah Menteri Kesehatan Turki Fakhruddin Koca menerima permohonan bantuan dari putri Gulusken, Leyla, yang mengatakan bahwa rumah sakit Swedia menolak merawat ayahnya. Akhirnya mereka dibawa pulang ke Turki dengan pesawat ambulans.

“Kami adalah satu-satunya negara yang menyediakan layanan pesawat ambulans untuk menjemput pasien warga negara kami, di mana pun di dunia, dengan biaya ditanggung oleh negara,” kata Menteri Kesehatan Turki Fakhruddin Koca di akun Twitternya, Kamis (30/4/2020).
Sumber: Daily Sabah. TRT

Baca juga :