Dari Kosan Yang Diusir, Diberi Hotel dengan Segala Fasilitasnya, Begitulah Kerja Goodbener Anies


[PORTAL-ISLAM.ID] Ketika pekerja perkantoran lain bekerja dari rumah, para dokter, perawat, dan pekerja di Fasilitas Kesehatan harus bekerja lebih keras, lebih lama. Mereka juga merupakan orang yang paling berisiko.

Sampai ada seorang teman dokter menulis: "boleh menyerah nggak ya?". Dengan icon sedih. Seorang teman lain bercerita bagaimana seorang sepupunya kesulitan mencari rumah kontrakan untuk karantina mandiri setelah diketahui ia seorang tenaga kesehatan. Cerita sedih seperti ini banyak sekali. Termasuk bagaimana mereka ini hanya bisa memandangi keluarga dari luar pagar atau dari layar HP demi menjaga keselamatan mereka. Sedih mengharu biru.

Memahami situasi ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghargai mereka dengan berbagai kebijakan nyata.

Adalah Pemprov DKI Jakarta yang paling awal memutuskan agar dokter dan tenaga kesehatan diberi insentif tambahan. Mereka juga menjadi orang prioritas yang dapat naik angkutan umum Trans Jakarta tanpa harus antri.

Dan kemarin Mas Anies mengumumkan menyediakan hotel-hotel milik Pemprov DKI Jakarta di bawah manajemen BUMD Jaktour untuk dikelola dan dioperasikan menjadi tempat istirahat para tenaga kesehatan. Dimulai dengan Hotel Grand Cempaka Business. Sebanyak 220 kamar berisi 414 tempat tidur siap digunakan.

Bukan hanya Peprov DKI Jakarta, upaya ini adalah kerja kolaborasi dari berbagai pihak. Karenanya Mas Anies menyampaikan terimakasih kepada para pihak yang telah mendukung. Dompet Dhuafa dan Perumda Pasar Jaya yang menyediakan bilik disinfektan. Donasi makanan berdatangan dari Foodstation Jakarta, Susu Diamond, Bank DKI, Perkumpulan Jasa Boga Indonesia, Terra Restaurant, dan dari individu seperti Ibu Juliana. Trans Jakarta dan UP Bis Sekolah yang menyediakan transportasi PP untuk para tenaga kesehatan dari RS penanganan corona ke hotel.

Langkah Pemprov DKI Jakarta ini keren. Masuk akal, pada saat seperti ini siapa yang bakal nginep atau bikin acara di hotel? Maka ketimbang hotel kosong karena tak ada pengunjung, lebih baik diubah fungsi menjadi tempat istirahat tenaga kesehatan yang membutuhkan.

Apakah hotel-hotel pemerintah saja cukup? Ternyata tidak. Permintaan berdatangan. Dari para tenaga kesehatan yang menanyakan bagaimana caranya agar mereka bisa memanfaatkan fasilitas tempat istirahat itu. Sementara kapasitas memang masih terbatas.

Maka Mas Anies membuka tangan lebar-lebar. Bagi seluruh pihak yang dapat membantu, Jakarta memanggil. Bagi yang ingin menyumbangkan makanan dan berbagai peralatan, atau kepada hotel-hotel yang ingin membantu penyediaan kamar, dipersilakan langsung menghubungi nomor-nomor di bawah ini:

1. Untuk ikut membantu penyediaan kamar hotel hubungi: Bagus (087782999675), Deandra (081289054859).

2. Untuk membantu penyediaan makanan, masker dan sanitizer, hubungi Luthfi (082118554122), Daniel (081268847772).

Juga dipersilakan memgunjungi situs jdcn.jakarta.go.id/kolaborasi-tanggap-corona untuk info lebih detail.

Ini adalah saat-saat kita membuktikan diri. Apakah kita adalah pejuang atau pecundang. Apakah kita bisa memberi kontribusi, atau justru menghalangi.

Dan selemah-lemahnya perjuangan adalah dengan diam di rumah dan menjaga lisan/ jari dari perbuatan keji.

Tatak Ujiyati
(Anggota TGUPP)