Seratus Hari Jokowi, Mardani Luncurkan Buku ‘Kami Oposisi’


[PORTAL-ISLAM.ID]  Pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres Maruf Amin sudah menginjak 100 hari. Periode pertama dan kedua Presiden banyak warnai kontestasi politik yang cenderung elitis. Tidak sedikit publik yang meragukan komitmen pemerintah untuk menuntaskan janji politik dan revolusi mentalnya.

Publik dikejutkan ketika penantang Presiden Jokowi di 2019, Prabowo Subianto, dirangkul dalam koalisi menjadi salah satu menteri elite.

Melihat kondisi ini Politisi Partai Keadilan Sejahtera, Mardani Ali Sera menilai, Indonesia semakin mengarah ke demokrasi elitis karena kuatnya koalisi pemerintah di eksekutif dan legislatif.

Hal itu disampaikan Mardani saat peluncuran buku ‘Kami Oposisi’ di Kompleks Senayan, Selasa 4 Januari 2020.

“Proses demokratisasi di Indonesia seharusnya semakin membaik. Kita telah mengalami sedikitnya lima kali pemilihan umum langsung. Sangat disayangkan kini kualitas demokrasi malah menurun. setelah pemilu 2019, kebanyakan partai justru merapat ke pemerintah. padahal, demokrasi membutuhkan checks and balances,” kata Mardani, dalam acara yang juga di hadiri mantan Cawapres 2019 Sandiaga Uno yang kini menjadi Politisi Gerindra.

Mardani menjelaskan dalam buku ini alasan mengapa demokrasi perlu oposisi, sehingga tidak ada alasan dalam sebuah negara demokrasi, sangat krusial pula peranan oposisi itu. Salah satu alasan, menurut Mardani adalah agar tidak lahir parlemen jalanan seperti yang terjadi saat ini di berbagai negara di dunia.

Selain itu, dalam buku ini di jabarkan juga model-model oposisi politik dari berbagai pengalaman demokrasi diberbagai negeri di dunia dan juga bagaimana bentuk oposisi politik di Indonesia dari masa ke masa.

”Saya berharap melalui buku ini kembali menghidupkan diskursus bagimana, apa yang harus kita pikirkan kedepan untuk terus meningkatkan kualitas demokrasi kita. Sehingga demokrasi kita menjadi substansial. Bukan demokrasi elitis,” pungkasnya.

Sumber: Swamedium
loading...