Ketakjuban Nicolas de Nicolay pada Masjid Al-Fatih Konstantinopel


Fatih Kulliyesi

Pada abad ke-15 tepatnya tahun 1470 M, berdiri sebuah Masjid megah di tengah kota Konstantinopel yang diganti namanya menjadi Islambul (sekarang Istanbul) oleh Muhammad Al-Fatih.

Kelak Masjid ini akan dikunjungi pada tahun 1540 oleh Nicolas de Nicolay, geografer istana Raja Francis I, lalu ia berkomentar:

"Masjid yang terindah dan yang paling berlimpah adalah Masjid Fatih, yang memiliki pemasukan tahunan sekitar 60.000 ducats.

Sekelilingnya lalu lalang para imam dan ulama, dan sebagai tambahannya, sekitar 200 bangunan berkubah berlapis timbal, juga bangunan yang menyediakan makanan bagi pengunjung dari semua jenis etnis dan agama.

Para pengunjung yang melewati kota ini dapat tinggal di sini dengan pelayan-pelayan mereka tanpa membayar apapun. Diluar tembok pembatas kompleks Masjid tersedia 150 rumah lain yang diperuntukkan pada kaum papah di kota itu.

Bagi para pengungsi yang tak berdaya diberikan satu akce sehari dan roti yang cukup bagi mereka.

Hanya saja, di sana orang-orang miskin enggan hidup dengan cara meminta-minta, sehingga bangunan-bangunan untuk kaum papah ini banyak yang tak ditempati, dan uang yang bisa dihemat karenanya, didistribusikan ke seluruh rumah sakit yang ada di kota."

Begitu ucapnya.

1 ducats = 3.5 gram emas, 40 akce = 1 ducats

Masjid itu adalah Masjid Fatih, atau Fatih Kulliyesi (Fatih Camii), dan zaman itu adalah zaman Kesultanan Utsmaniyyah yang dipimpin oleh Khilafah Abbasiyah.