NGERI!! Ahli Epidemi Harvard: Wabah Corona Virus adalah Pandemi Termonuklir Terburuk Sepanjang Karir Saya!


[PORTAL-ISLAM.ID]  Doktor Eric Feigl-Ding, seorang pakar epidemi yang pernah mengajar 15 tahun di Harvard mengungkap sebuah penemuan mengerikan mengenai wabah corona virus.

Melalui sebuah utas di akun twitternya, ia mengungkap, wabah corona virus yang berasal dari Wuhan ini mencapai angka reproduksi R0 sebesar 3,8. Angka ini merupakan pandemi termonuklir terburuk sepanjang karirnya.

"Kami memperkirakan hanya 5,1% dari infeksi virus corona di Wuhan yang teridentifikasi. Dan sejak awal tahun hingga tanggal 21 Januari, total orang yang terinfeksi 11.341.epidemi ini terus menguat tar terbendung di Wuhan," tulis Doktor Eric melalui akun twitternya, @DrEricDing.

"Kami memperkirakan epidemi di Wuhan akan terus membesar hingga tanggal 4 Februari dan menyebar di kota-kota lain di Cina, bahkan juga tersebar di negara-negara lain," imbuhnya.

Doktor Eric juga menegaskan bahwa larangan perjalanan dari dan menuju Wuhan tidak terlalu efektif untuk membendung penyebaran virus corona ke seluruh Cina.

"Dengan 99% pengurangan efektif pada perjalanan, angka penyebaran virus corona di luar Wuhan hanya akan berkurang 24,9 persen di 4 Februari."

Menanggapi pembatasan perjalanan dari dan ke 16 kota di Cina dengan jumlah total populasi 46 juta, Doktor Eric menuliskan hal inilah yang menyebabkan ia cemas.

"Jika ini terjadi di Amerika, hal ini seperti menutup separuh pesisir pantai timur Amerika, atau seluruh daerah Atlantik Tengah."

Sayangnya, sejumlah pihak justru menuding temuan Doktor Eric ini sebagai upaya menakut-nakuti publik.

Membalas tudingan ini, Doktor Eric menjawab.

"Saya seorang ilmuwan yang dididik di Harvard dengan gelar doktor dan merupakan pemegang dua gelar doktor termuda dari Harvard School Of Public Health."

"Saya seorang ilmuwan. Wabah virus corona ini sangat serius. Lebih dari 50 juta orang sudah dikarantina dan jumlahnya akan terus bertambah. Mari berharap yang terbaik dan mempersiapkan untuk yang terburuk."

loading...