Hati-hati Pak Mahfud Bicara... Tuhan Tak Pernah Marah?


[PORTAL-ISLAM.ID] Menko Polhukam Mahfud Md mengatakan pesan saling mengasihi merupakan ajaran semua agama. Mahfud mengatakan membela Tuhan tak perlu marah-marah, karena Tuhan sendiri tidak pernah marah.

"Mari pesan Natal malam hari ini hayati bahwa saling mengasihi sebagai sesama manusia itu adalah pesan semua agama. Membela Tuhan kok marah-marah, Tuhan sendiri tidak pernah marah," kata Mahfud di Perayaan Natal Kebangsaan Korps Brimob di Mako Brimob, Cimanggis, Depok, Jumat (10/1/2020) malam, seperti dilansir detikcom.

Kalau Mahfud MD bukan orang Islam sih omongan seperti itu tidak kita permasalahkan.

Namun, sebagai sesama Muslim yang memiliki kewajiban Tawashaubil Haq (saling menasehati dalam Kebenaran), maka perlu kami sampaikan nasihat untuk Pak Mahfud MD agar berhati-hati, karena menyangkut Aqidah.

BENARKAH TUHAN TAK PERNAH MARAH?

Sebagai orang Islam dan orang yang beriman, mengimani semua SIFAT ALLAH SWT adalah wajib.

Dan salah satu sifat Allah adalah غضب (sifat marah/murka) bagi Allah. Sengaja para ulama ahlus sunnah wal jama’ah memasukkan pembahasan ini dalam karya tulis mereka karena ada sebagian umat Islam yang mengingkari sifat ini. Sehingga perlu bagi para ulama untuk menjelaskan kepada umat ini akan eksistensi sifat ghadhab (marah) bagi Allah.

Dalil yang Menunjukkan Adanya Sifat Marah Bagi Allah

Ada banyak dalil yang menunjukkan bahwa Allah memiliki sifat ghadhab (murka/marah). Baik dalil dari Alquran maupun dari Sunah.

1. Dalil dari Alquran

Ada banyak teks ayat Alquran yang menunjukkan bahwa Allah memiliki sifat marah. Di antaranya adalah:

QS. An-Nisa: 93

وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا

“Dan barang siapa membunuh seorang beriman dengan sengaja, maka balasannya adalah neraka Jahanam, dia kekal di dalamnya. Allah marah (murka) kepadanya, dan melaknatnya serta menyediakan adzab yang besar baginya.” (QS. An-Nisa: 93)

QS. Al-Baqarah: 90

Allah berfirman,

فَبَاءُوا بِغَضَبٍ عَلَى غَضَبٍ وَلِلْكَافِرِينَ عَذَابٌ مُهِينٌ

“Dankarena itulah mereka menanggung kemurkaan demi kemurkaan, dan kepada orang-orang kafir ditimpakan azab yang pedih.” (QS. Al-Baqarah: 90)

2. Dalil dari Al-Hadis

Diantaranya Hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Ketika Rasulullah terluka dalam sebuah peperangan, beliau bersabda,

اشْتَدَّ غَضَبُ اللهِ عَلَى قَوْمٍ فَعَلُوا بِنَبِيِّهِ يُشِيرُ إِلَى رَبَاعِيَتِهِ اشْتَدَّ غَضَبُ اللهِ عَلَى رَجُلٍ يَقْتُلُهُ رَسُولُ اللهِ فِي سَبِيلِ اللهِ

“Allah sangat murka terhadap kaum yang memperlakukan nabinya seperti ini. Beliau menunjuk giginya yang patah. Kemudian beliau mengatakan, “Allah juga sangat murka terhadap orang yang dibunuh oleh nabi-Nya.” (HR. Bukhari: 4073 dan Muslim: 1793)

Beberapa ayat dan hadis di atas sudah cukup untuk menjadi bukti bahwa Allah adalah zat yang bisa murka (marah) sesuai dengan kemuliaan dan keagungan-Nya.

PENJELASAN PARA ULAMA

Tidak ada perbedaan pendapat para Ulama dalam masalah ini bahwa semua sifat yang diberitakan oleh Allâh Azza wa Jalla atau Rasul-Nya harus diimani, termasuk sifat marah/murka. Tetapi kita tidak boleh menyamakannya dengan sifat marah/murka manusia. Karena semua sifat Allâh Azza wa Jalla sesuai dengan keagungan dan kesempurnaan-Nya.

Imam Ibnu Khuzaimah rahimahullah berkata:

Kami meyakini tentang Rabb kami, bahwa Dia memiliki sifat murka/marah yang Dia mengetahui hakekatnya, sedangkan kami tidak mengetahuinya. Kami menyerahkan hakekat (sifat) kepada Rabb kami. Jika seseorang bertanya kepada kami, “Apakah Rabb kita memiliki sifat murka?” Kami jawab, “Ya, kami beriman kepada Rabb yang memiliki sifat murka.”

Jika dia bertanya lagi, “Bagaimana (hakekat) Rabb kita murka?” Kami menjawab, “Murka secara bahasa sudah diketahui artinya, mengimaninya (yakni bahwa Allâh memiliki sifat murka) wajib, bertanya tentangnya bid’ah, dan hakekat (sifat murka Allâh) tidak diketahui (makhluk), itu di sisi Allâh kami tidak mengetahuinya. Allâh Azza wa Jalla memiliki sifat murka dengan cara yang pantas dengan keagungan-Nya dan kesempurnaanNya”. [Kitab Tauhid Ibnu Khuzaimah]

Referensi:
https://muslim.or.id/18978-mengimani-sifat-murka-allah.html
- https://almanhaj.or.id/8170-sifat-murka-allah-subhanahu-wa-taala.html

Baca juga :