MIRIS! Anak SD di Singapura Sudah Belajar Coding, Jokowi Malah Minta Stop Riset yang Habiskan Anggaran


[PORTAL-ISLAM.ID]  Jokowi meminta agar program riset yang menyebabkan pemborosan anggaran dihentikan. Ia ingin anggaran riset digunakan efektif dan memberikan hasil yang nyata dan bermanfaat.

"Tumpang-tindih agenda riset yang menyebabkan pemborosan anggaran harus segera kita akhiri," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas 'Strategi Pengembangan Riset dan Inovasi serta Penataan Badan Riset dan Inovasi Nasional', di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu 11 Desember 2019.

Padahal dalam kampanye 2014 lalu, Jokowi berjanji akan mengusahakan kenaikan anggaran riset lembaga penelitian di Indonesia.

Ia mengatakan hal itu dalam kuliah umum di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada Selasa 16 September 2014.

Jokowi awalnya bertanya kepada Kepala LIPI Lukman Hakim mengenai anggaran riset yang dibutuhkan.

"Berapa anggaran penelitian kita ini seharusnya Prof?" tanya Jokowi.

Lukman menjawab bahwa anggaran penelitian yang seharusnya adalah 1 persen dari PDB alias sekitar Rp 80 triliun per tahun. Namun, saat ini, anggaran penelitian hanya Rp 10,4 triliun per tahun.

Mendengar jawab Lukman, Jokowi berkomentar, "Besar juga ya?"

Ia kemudian mengatakan bahwa pemerintah mendatang tidak mampu berjanji anggaran penelitian bakal mencapai Rp 80 triliun.

"Tapi, kalau dilipatgandakan, saya akan usahakan," kata Jokowi.

Anggaran riset Indonesia saat ini termasuk yang paling kecil dibanding banyak negara di dunia. Keterbatasan anggaran membuat peneliti harus bergantung pada dana hibah untuk melakukan riset.