Lompatan Founder Oorth, Medsos Asli Solo Tembus 69 Negara


Lompatan Founder Oorth, Medsos Asli Solo Tembus 69 Negara

Dua windu lalu ia masih berkutat menikmati teks-teks ekonomi syariah. Pun takdir Ilahi mempersuakan kami, ia hendak mengokohkan literasinya. Kali terakhir bercakap muka tatkala ia bermaksud menerbitkan bukunya: soal budaya korporasi.

Sampai kemudian saya tercengang saat namanya disebut, beberapa kali momen, di media. Ia orang nomor wahid di Oorth, aplikasi komunitas di gawai yang dirancang olehnya. Bagaimana bisa pegiat ekonomi syariah "banting kemudi" ke ranah digital start up?

"Bermula dari inspirasi dan perenungan Muqaddimah karya Ibnu Khaldun," katanya sore kemarin di aula Masjid UPN. Kami berbincang, tepatnya saya belajar banyak pada kaum muda yang berani melakukan lompatan.

Ditemani hujan bergendong petir, ia tuturkan aplikasinya sudah dipakai di 69 negara dengan 3 jutaan pengguna. Ada banyak pihak melirik. Kalau pemerintah jangan ditanya. Oorth juga diradar Washington hingga Tel Aviv.

"Kami dibangun atas filosofi kearifan lokal, dan Pancasila," ujarnya mengulang jawaban kala pihak Washington bertanya soal algoritma Oorth.

Dan kami pun terkekeh. Dan saya dalam batin memuji, "Ia sudah cakap berhadapan dengan bule pintar."


Dari perusahaan yang awalnya digawangi bareng sang istri dan seorang tukang las (tapi kemudian jago IT dan meraih lisensi Amazon), Oorth bertumbuh hingga dikenal luas sekarang bareng hampir 40 pegawai loyal.

Namanya Krishna Adityangga, masih berjiwa muda. Masih menyukai kitab klasik turats buat inspirasi. Dan padanya saya percaya: legasi Ibnu Khaldun dalam Muqaddimah sudah digenggam erat. Termasuk agar korporasinya tetap berjaya sebagai karya murni dan/atau mayoritas para nasionalis dan Muslim demokrat. Agar lompatan kapasitas juga tak lupa akar.

Ahad, 08/12/2019

By Yusuf Maulana [fb]

***

Oorth, Medsos Asli Solo Tembus 69 Negara 

detikInet - Aplikasi media sosial Oorth mungkin belum familiar di telinga masyarakat Indonesia. Namun siapa sangka, aplikasi buatan developer asal Solo ini sudah menembus 550 kota di 69 negara. 

Oorth yang diluncurkan sekitar 1,5 tahun lalu, kini memiliki pengguna sejumlah 100 ribu. Sekitar 4 ribu komunitas juga terdaftar sebagai pengguna aplikasi ini.

"Memang Oorth ini adalah aplikasi berbasis komunitas. Kami menyasar komunitas-komunitas yang ada di seluruh dunia," kata CEO Oorth Krishna Adityangga di kantornya, Jalan Moh Yamin, Serengan, Solo, Selasa (29/10/2019).


Adapun Oorth, merupakan aplikasi medsos berbasis komunitas. Oorth menawarkan fitur chat berupa teks, foto dan video, fitur organisasi seperti agenda dan hasil rapat dan fitur news.

Selain itu, terdapat fitur dompet elektronik Skypay. Fitur ini dapat digunakan untuk menggalang donasi, iuran komunitas, hingga membayar pulsa, listrik dan PDAM.

Krishna mengatakan, saat ini terus melakukan perbaikan, terutama untuk urusan server. Oorth kini memiliki server yang berada di beberapa negara.

"Kami sudah antisipasi agar server tidak down ketika pengguna bertambah. Dulu sempat ada 7 ribu pengguna baru masuk dan membuat down. Kini teknologi server kami bisa fleksibel, ketika banyak yang pakai akan otomatis membesar, begitu juga sebaliknya," ujar Krishna.

Selain mengembangkan Oorth, pihaknya juga membuka Oorth Academy, yakni sebuah forum diskusi digital yang didampingi tim ahli.

Dari Oorth Academy itu telah lahir 8 startup digital baru yang siap dikembangkan.

"Kami juga merambah ke pendidikan dunia IT dan digital untuk menumbuhkan startup baru. Kami berharap pemerintah juga concern menyiapkan startup-startup baru agar bisa menjadi unicorn," tutupnya.

https://inet.detik.com/cyberlife/d-4764196/oorth-medsos-asli-solo-tembus-69-negara
Lompatan Dua windu lalu ia masih berkutat menikmati teks-teks ekonomi syariah. Pun takdir Ilahi mempersuakan kami, ia...
Dikirim oleh Yusuf Maulana pada Sabtu, 07 Desember 2019
Baca juga :