Ku Kim Sin: Muslim Uighur Adalah Saudaraku, Namun Allah Takdirkan China Sebagai Sukuku


MUSLIM UIGHUR ADALAH SAUDARA KU, NAMUN ALLAH TAKDIRKAN CHINA SEBAGAI SUKU KU

Tak pernah terbersit dalam fikiran saya untuk lebih mementingkan Kesukuan daripada Agama dan Iman saya yang tentunya berlandaskan Nilai Islami.

Lahir sebagai etnis sipit lagi minoritas adalah rujukan Takdir Allah. Tidak ingin membanggakan diri, saya selalu berada dipihak Ulama selama ini tak perduli lelah atau penat. Saya tak pernah cari tenar dari itu semua, tak pernah cari untung dari itu semua dan tak pernah menarik simpatik dari itu semua.

Sebagai etnis Cina yang tak pandai berbahasa China tentu saya tak serta merta lepas dari darah nenek moyang yang memang mengalir dalam badan saya. Tapi yakinlah bahwa saya adalah Muslim. Lahir sebagai Cina dan insyaAllah wafat sebagai Cina Muslim.

Belakangan banyak sekali caci maki terhadap "CINA" terutama sejak AHOK dilantik sebagai KOMISARIS PERTAMINA, padahal maaf saja yang melantiknya adalah Orang Pribumi. Yang menunjuknya orang pribumi, yang menyetujuinya orang jawa pribumi. Lantas apa boleh kita memaki keseluruhannya??? Tentu saya katakan tidak, namun apa mau dikata cacian BACIN sudah menggema dimana-mana. BACIN atau BABI CINA tentu sangat menyakiti hati sebagai orang yang Allah takdirkan beretnis Cina.

Lalu sekarang saat saudaraku Muslim Uighur di Xianjiang didzalimi, disiksa, dibunuh dan dijajah. Istilah cina bangsat, cina turunan iblis kembali menyeruak. Hati kami yang Muslim pun sama sedihnya dengan kalian saudara Muslim ku. Lalu apakah cacian itu akan membuat saudara Uighur kita terlepas dari derita??? Tidak!!! Mereka butuh kita sebagai Muslim bukan sebagai Pribumi, Arab, China dan suku-sukuan lainnya. Mereka butuh kita lepas baju suku perbedaan itu dalam satu kalimat Takbir. Cacian itu hanya akan melemahkan kita saudaraku. Ampunkan aku yang sempat berang dengan caci maki mu.. Tapi sungguh bukan caci maki yang membuat Islam menang di zaman dulu. Al Fatih tidak menundukkan Konstatinopel dengan memaki etnis atau suku. Tapi dengan menyatukan kekuatan Islam.

Karena Islam itu kuat makanya Islam ditakuti, karena Islam rentan dipecah belah maka marilah kita berkumpul dalam naungan Iman bukan lagi 'siapa aku, siapa kamu'. Bukan lagi Babi Cina atau Onta Arab, tapi lebih sebagai Muslim dan titik.

Allahu Akbar! Menangkan Saudara Uighur kami Ya Allah, kuatkan mereka dan tambahkan kesabaran mereka. Dan Ya Rabb ampuni kami yang tak bisa berbuat apa-apa hingga kelak kami harus bersatu dibawah naungan Al Liwa dan Ar Rayyah.

Allahu Akbar....

(By Ku Kim Sin)

*fb penulis

MUSLIM UIGHUR ADALAH SAUDARA KU, NAMUN ALLAH TAKDIRKAN CHINA SEBAGAI SUKU KU. Tak pernah terbersit dalam fikiran saya...
Dikirim oleh Ku Kim Sin pada Senin, 16 Desember 2019