Apa Fadli Bernasib seperti Fahri?


Apa Fadli Bernasib seperti Fahri?

Mengejutkan! Fadli Zon tak dianggap lagi sebagai juru bicara Gerindra. Lima orang yang ditunjuk Prabowo, nama Fadli Zon, hilang.

Ia tersingkir. Dibandingkan Fadli, lima orang itu sebetulnya, jauh. Fadli dan Prabowo, terlalu dekat. Boleh dibilang, ia anak emas, jari tengah dan telunjuk.

Apalagi, dibandingkan Dahnil Anzar, juru bicara Prabowo, baik sebagai Ketua Umum Gerindra maupun Menhan. Baru kemarin sore, dia.

Apakah si anak emas sudah tersingkir? Apakah Prabowo memiliki anak emas baru dan Fadli benar-benar sudah selesai. Apakah ini strategi?

Dalam politik, pertanyaan terakhir ini selalu ada. Siapa tahu kan? Sebab, main mata dalam politik, hal biasa. Siapa memanfaatkan siapa?

Seperti masuknya Prabowo dalam kabinet. Ada yang menilai itu strategi triumvirat dari sang jenderal. Walau ada yang menilai itu "halu" saja.

Apalagi Fadli bergeming dalam masalah ini. Ia seperti melawan. Ia bukan juru bicara partai, tapi juru bicara rakyat! Ia juga agak menyerang.

Lima orang itu dikatakannya sebagai orang yang dekat dengan pemerintah. Tapi Fadli melawan Prabowo, apa iya? Rasanya, mustahil.

Fadli memang tak berubah. Sementara partai dan Prabowo berubah. Dari oposisi menjadi berkoalisi. Prabowo langsung sebagai menteri.

Mirip Fahri Hamzah yang juga tak berubah. Sementara, waktu itu, PKS ingin berubah, walau akhirnya tidak juga. Tapi Fahri terlanjur dipecat.

Efeknya sampai kini petinggi PKS berutang secara putusan pengadilan, akibat tindakan penyingkiran yang dibuatnya di masa lalu.

Apakah Prabowo akan tega memperlakukan Fadli seperti petinggi PKS memperlakukan Fahri? Secara politik, apa pun bisa saja terjadi.

Nasib orang siapa tahu. Baru-baru ini, Fadli tegas membela Rocky Gerung yang sedang bersengketa, apakah presiden simbol negara?

Ini semakin menegaskan posisi politik seorang Fadli. Ia benar-benar tak berubah, sementara Prabowo dan partainya sudah berubah drastis.

Orang yang keras mengkritik, lalu tiba-tiba memuji tanpa alasan jelas memuji, memang berat. Mungkin itu yang dialami Fadli dan Fahri.

Oleh: Erizal