Dua Tujuan Perang Erdogan di Suriah: Mencegah Lahirnya "Israel Kedua" dan Untuk Memanusiakan Pengungsi Suriah


DUA TUJUAN PERANG ERDOGAN DI SURIAH : MENCEGAH LAHIRNYA “ISRAEL KEDUA” DAN UNTUK MEMANUSIAKAN PENGUNGSI SURIAH

By Teuku Zulkhairi

Perang tidak ada yang baik. Tapi kadangkala perang justru diperlukan untuk mewujudkan kedamaian. Sepertinya inilah yang menjadi pertimbangan Presiden Turki, Receb Tayeb Erdogan dalam isu paling panas seminggu terakhir terkait rencana Turki menyerang militan Kurdi yang berafiliasi dengan SDF/YPG/PKK .

Saya mengikuti isu ini dari waktu ke waktu dari sejumlah media nasional dan internasional dan tentu saja dengan tetap menaruh sangka baik kepada kebijakan Erdogan ini. Dari sejumlah bacaan saya dari analisis para pengamat Turki, saya menangkap setidaknya dua alasan utama Erdogan ingin memerangi milisi YPG di Suriah yang berafiliasi dengan PKK.

Pertama
Seperti sering disampaikan oleh Ankara, bahwa keberadaan milisi YPG/PKK di Timur Sungai Eufrat, Suriah yang berbatasan dengan Turki sangat menguras energi Turki karena tindakan terorisme yang terus ditunjukkan untuk Turki oleh milisi PKK yang berhaluan Marxisme/Leninsme/Komunis (silahkan chek sendiri di sejumlah literatur terkait ideologi YPG/SDF/PKK ini).

Sudah menjadi rahasia umum, keberadaan milisi YPG/PKK di perbatasan Turki ini sepenuhnya di back up oleh negara-negara Barat, Amerika dan Israel. Artinya, keberadaan milisi ini memang dirancang untuk melemahkan Turki sebagai sebuah negeri muslim.

Barat tidak cukup kuat untuk melemahkan Turki dengan jalan mendukung upaya kudeta terhadap Erdogan. Dengan izin Pemilik Alam Semesta, Erdogan dan kekuatan Islam masih bertahan dalam jagad politik Turki sampai saat ini.

Maka bagi Barat, mempersenjatai milisi PKK/YPG Suriah di perbatasan Turki adalah cara lain untuk melemahkan Turki di satu sisi, serta untuk menciptakan sebuah negara boneka yang meliputi wilayah Turki-Iran-Irak-Suriah di sisi lainnya. Ya, sebuah negara boneka yang akan menjadi Israel kedua di wilayah Timur Tengah.

Terdapat banyak negara yang memberi modal untuk milisi komunis YPG/PKK/SDF ini. Utamanya Israel dan Amerika. Maka sebenarnya perang Erdogan di Timur Sungai Eufrat Suriah yang berbatasan dengan Turki ini juga untuk menjaga integritas wilayah teritorial Suriah sendiri.

Pertanyaannya adalah, kalau negara boneka ini terbentuk, bukankah mereka akan menjadi boneka para pemodal? Celakanya, para pemodal ini adalah gank-gank anti Islam yang sudah merusak banyak negeri muslim.

Tentu berbeda dengan Turki yang tidak pernah mempunyai reputasi buruk di dunia Islam, kecuali reputasi dari cerita konyol tentang “okupasi Ottoman di Jazirah Arab” yang sedang dirancang oleh MBS di Arab Saudi and the ganknya dari Emirat Arab yang sedang menjalankan perannya sebagai pelayan bagi Israel.

Sebelum ini, Turki sudah membuka Afrin dari milisi YPG dan Jarablus dari Daesh/ISIS. Fakta menunjukkan kesantunan tentara Turki dalam misi perang baiknya. Di kedua wilayah ini, fakta dengan sangat jelas menunjukkan bahwa yang diperangi oleh Turki adalah milisi teroris, bukan warga Kurdi.

Setelah Afrin dan Jarablus dikuasi Turki lalu apa yang terjadi? Turki membuka kedua wilayah ini untuk ditempati oleh warga Suriah sendiri. Sekolah-sekolah dibangun. Pabrik-pabrik kembali ditata. Anak-anak Suriah kembali tersenyum.

Bandingkan dengan apa yang dilakukan the gank Amerika dan kawan-kawannya di Raqqa, dimana masjid-masjid hancur, dan potongan-potongan tubuh manusia bertebaran dimana-mana setelah pemboman oleh Amerika di wilayah tersebut dengan dalih mereka untuk mengusir ISIS yang padahal mereka sendiri yang ciptakan.

Bandingkan juga kondisi Aleppo yang direbut dari tangan oposisi oleh tentara Bassar Assad dan milisi bekingan Iran dengan dukung pemboman oleh pesawat Rusia. Gadis-gadis muslimah Aleppo menangis darah, diperkosa dan dibunuh.

Jadi, melihat fakta ini, maka kita sama sekali tidak perlu ragu bahwa perang Erdogan di Timur Sungai Eufrat Suriah sepenuhnya bertujuan untuk memuliakan para pengungsi Suriah yang hari ini ditinggalkan sendirian oleh dunia Islam.

Ada rencana ambisius yang sering disampaikan Erdogan untuk membawa pengungsi Suriah ke tanah air mereka sendiri. Erdogan ingin menciptakan zona aman untuk kembalinya warga Suriah ke tanah air mereka.

Kedua
Selain alasan untuk mencegah lahirnya negara boneka yang akan menjadi Israel kedua di Timur Tengah, juga alasan krusial lainnya yang berkaitan dengan nasib pengungsi yang masih cukup banyak di Turki. Hari ini terdapat lebih dari 3,5 juta pengungsi Suriah yang hari ini berada di Turki sehingga sangat menyulitkan ekonomi Turki.

Apalagi Turki juga mengalami situasi ekonomi yang sedang tidak menguntungkan akhir-akhir ini. Turki telah menerima mereka dengan tangan terbuka pengungsi Suriah meskipun dikritik oleh oposisi sekuler lawan Erdogan. Bahkan Turki memandang para pengungsi Suriah ini laksana kaum Muhajirin di zaman Rasulullah Saw dan dimana orang-orang Turki sebagai kaum Ansharnya.

Turki telah sangat memuliakan para pengungsi Suriah dengan menampung mereka dan memenuhi kebutuhannya saat dunia Islam “meninggalkan” Turki sendirian dalam misi kemanusiaannya ini. Apatah lagi negara-negara Barat. Bantuan Turki untuk pengungsi Suriah tentu saja sangat-sangat tidak sebanding dengan bantuan PBB dan seluruh negara lainnya yang pernah membantu.

Para pengungsi Suriah ini adalah mereka yang lari dari tanah air mereka untuk menghindari kekejaman milisi YPG/SDF Sebagian pengungsi Suriah lain adalah mereka yang lari dari kekejaman tentara Bassar Assad. Mereka tidak akan berani pulang jika para teroris dukungan asing masih menguasai tanah mereka.

Jadi, kebijakan Erdogan menyerang milisi YPGT/PKK di Timur Sungai Eufrat, Suriah yang berbatasan dengan Turki adalah upaya Erdogan untuk menjaga keamanan teritorial Turki di satu sisi, dan untuk mencegah lahirnya negara boneka yang akan menjadi Israel kedua di sisi lainnya.

Bagi Suriah sendiri, perang Turki terhadap PKK/YPG ini juga sebenarnya dapat mencegah upaya pecah belah wilayah teritorial Suriah. Serta untuk memanusiakan pengungsi Suriah di sisi lainnya.

Tapi ada yang bilang bahwa Erdogan sedang memerangi Kurdi. Ini adalah penilaian yang tidak cermat. Bagaimana Erdogan memerangi Kurdi sementara orang-orang Kurdi sendiri di wilayah Tenggara Turki memilih partai Erdogan dalam pemilu lokal Turki beberapa waktu lalu. Ya, Partai AK Parti yang dipimpin Erdogan justru menang di sejumlah besar wilayah mayoritas Kurdi “mengalahkan” partai HDP dengan basis pendukungnya dari kalangan Kurdi.

Tidak mungkin partai Erdogan ini bisa menang di wilayah Kurdi jika Erdogan dianggap memerangi orang Kurdi. Bagaimana Erdogan disebut memerangi Kurdi sementara orang-orang Kurdi begitu dimuliakan di era Erdogan. Bahkan orang Kurdi juga diizinkan mendirikan partai sendiri, yaitu HDP.

Orang-orang Kurdi yang saya pernah temui tahu persis bahwa perang Erdogan melawan PKK (dan juga YPG di Suriah) adalah perang melawan terorisme yang disponsori asing. Perang melawan spionase asing yang mencoba mengacaukan stabilitas Turki yang sedang bangkit. Perang melawan upaya memecah belah wilayah Suriah dan negara lainnya di kawasan. Perang melawan agenda Barat untuk melahirkan negara boneka yang akan menjadi “Israel kedua” di wilayah Timur Tengah, sebagaimana Barat dulu pernah melahirkan negara haram Israel di wilayah teritorial Palestina. Sebuah negara yang kemudian menjelma menjadi kanker yang sangat menyakitkan bagi umat Islam.[fb]


Loading...