FH Sang Fenomenal


FH Sang Fenomenal

By: Roy Humonggio

Tokoh politik yang satu ini cukup fenomenal, selalu melawan arus pemikiran orang banyak. Narasinya tajam, kajian ilmu politiknya di level atas rata-rata.

Saya teringat sebuah film Jepang “Crows Zero” yang banyak digandrungi anak-anak muda karena keberanian seorang Takiya Genji menghadapi seorang diri dalam pertarungan melawan kelompok Housen. Di saat itu saat teman-temannya berbeda dan dia memilih pergi sendiri dalam pertarungan. Saya tidak akan mengulas lebih dalam film tersebut tapi hanya sekedar gambaran bahwa kita tidak boleh takut saat kita berbeda pemikiran dengan yang lain.

Di saat kebenaran itu hadir maka mereka semua akan mendukungmu dalam memenangkan pertarungan. Dan itulah yang terjadi pada Takiya Genji semua temannya akhirnya datang mengikuti arus pemikirannya.

Fahri Hamzah hari ini menjadi sorotan utama dalam pengesahan sebuah revisi UU KPK. Namun dibalik pro dan kontra atas revisi itu banyak pula yang mendukung jalan pemikiran beliau. Sejak awal narasi FH tentang KPK sudah banyak ditentang oleh para pendukung KPK. FH terlihat sendiri bahkan beliau tidak bergeming sedikit pun. Dan dengan sikapnya itu juga beliau dianggap berbeda dengan partai yang mendukungnya itulah salah satu sebab juga beliau harus dipecat.

FH tidak pernah berhenti, beliau konsisten dengan jalan fikirannya, bahwa ini adalah pemikiran yang benar sebagai seorang negarawan terhadap sebuah lembaga yang menurutnya tidak lagi bekerja pada sistem dan aturan yang diamanahkan oleh UU.

Pada akhirnya jalan fikiran FH mulai mendapat dukungan dari berbagai kalangan, termasuk pendiri dan pembuat UU KPK itu sendiri yakni Prof Romli. Serangan para pembela lembaga antirasuah tidak pernah berhenti bahkan lebih ekstrem FH dianggap pembela koruptor.

Inilah yang mengganggu nalar akal sehat kita dalam bernegara ketika kita melakukan kritik pada sesuatu yang kita anggap salah. Bila kita berseberangan dengan KPK dianggap membela koruptor padahal kritis terhadap kinerja KPK adalah berangkat dari pemikiran berlandaskan konstitusional bukan asumsi.

Di dunia ini tidak ada manusia yang benar-benar bersih kecuali malaikat. Posisi suci itulah yang berhasil dibangun KPK ke khalayak publik bahwa lembaganya adalah satu-satunya yang bisa dipercaya, sedang selainnya brengsek.

Akhirnya puncak dari fikiran FH soal KPK diputuskanlah melalui sidang akhir paripurna pengesahan RUU KPK yang telah disetujui oleh seluruh fraksi DPR dan presiden sebagai eksekutif.

Pro dan kontra tetap masih berlanjut, sebagian orang menganggap bahwa RUU KPK adalah bentuk pelemahan bukan penguatan. Opini publik dimainkan, sejumlah aksi mahasiswa pun berlangsung hingga di beberapa daerah dengan mengambil issu utama kontroversi RUU KUHP yang telah ditunda pengesahannya.

Bagaimana bisa RUU KUHP yang telah ditunda itu tetap menjadi issu central bukankah itu tidak lagi relevan? Karena memang kepentingan utamanya untuk membatalkan RUU KPK yang sudah disahkan. Desakan terhadap presiden untuk mengeluarkan Perppu itulah yang menjadi posisi tawar!

Pertanyaannya semurah itukah Perppu untuk dikeluarkan hanya karena beda pemikiran antar anak bangsa yang solusinya bisa diselesaikan dengan dialog. Ruang dialog sudah dibuka tapi belum nampak batang hidung si penggerak aksi mahasiswa untuk berdiskusi secara terbuka terkait RUU KPK.

Atau mungkin mereka sudah kehilangan argumentasi yang bisa mematahkan jalan fikiran dari FH.

Atau adakah agenda lain yang lebih penting yaitu menggagalkan pelantikan presiden terpilih Jokow-Amin dengan tiba-tiba hadirnya Aksi di mana-mana yang berakhir anarkis? Adik-adik mahasiswa banyak menjadi korban atas insiden ini.

Mari kita sehatkan akal kita, karena sikap cebong dan kampret ini sudah merusak nilai-nilai rasa persatuan dan kesatuan kita dalam berbangsa dan bernegara.

Salam damai,
Jangan lupa ngopi ☕️

***
Baca juga :