Orang Papua Sama FPI OK, Sama Banser Minta Dibubarin, KENAPA?


[PORTAL-ISLAM.ID]  Anggota Dewan Perwakilan Daerah terpilih asal Papua, Yorrys Raweyai, menyampaikan ada 7 tuntutan orang Papua yang disampaikan saat aksi demo yang berlangsung di lapangan Apel Kantor Wali Kota Sorong, pada Rabu 21 Agustus 2019.

Salah satu tuntutan orang Papua adalah:

Pemerintah harus segera bubarkan ormas Banser dari negara Republik Indonesia.



Sumber: Liputan6

***

Entah kenapa alasan orang Papua menuntut Banser dibubarkan.

Hal berbeda dengan ormas FPI (Front Pembela Islam). Ormas yang kerap dituding radikal, tidak toleran, anti Pancasila, kurang Bhinneka... tapi justru orang Papua merasa nyaman, akrab, dan meminta perlindungan.


Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan, Selasa (20/8/2019).

Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).

"Kami sudah putus asa percuma kami sekolah disini (tapi tidak aman), mending kami pulang (ke Papua) saja," kata Yaqub di markas FPI, Selasa (20/8/2019).

Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang lalu menenangkan mereka dan akan melindungi mereka.

"Ndak boleh, ndak boleh putus asa. Karena kita LPI (Laskar FPI) siap setiap saat membantu,  selesaikan sekolah dulu, kalau sudah lulus baru kembali pulang ke Papua," ujar Laskar FPI.

Hal ini sekaligus meruntuhkan hoax dan fitnah keji yang dilontarkan oleh musuh-musuh Islam bahwa FPI memusuhi warga Papua dan bahkan dituding sebagai penyebab kerusuhan di Papua dan Papua Barat.

Berbeda suku, agama dan sebagainya bukan berarti kita tidak bisa bekerjasama dalam bidang kemanusiaan. Warga Papua adalah saudara sebangsa kita, musuh kita adalah OPM, bukan warga Papua.

Simak video kedatangan pelajar dan mahasiswa Papua ke Markas Laskar FPI Kota Malang.

[Video]
loading...
Loading...