Pak Jokowi Mikir Gak? Rp 466 Triliun Daripada Buat Pindah Ibu Kota, Lebih Baik Untuk Kesejahteraan Papua


[PORTAL-ISLAM.ID]  Pemerintah memperkirakan dana yang dibutuhkan untuk membangun ibu kota baru mencapai Rp 466 triliun. Kebutuhan tersebut untuk menyediakan fungsi utama ibu kota seperti gedung pemerintahan, hingga pengadaan lahan.

Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro menjelaskan, dana Rp 446 triliun dialokasikan untuk empat hal. Yang pertama berkaitan dengan fungsi utama, meliputi gedung legislatif, yudikatif, dan eksekutif, serta istana negara dan bangunan strategis TNI/Polri.

Berikutnya yang kedua adalah menyediakan fungsi pendukung, meliputi rumah dinas untuk ASN dan TNI/Polri, sarana pendidikan seperti gedung sekolah dan perguruan tinggi, sarana kesehatan dan lembaga pemasyarakatan.

Selanjutnya, yang ketiga biaya pemindahan ibu kota juga untuk penyediaan fungsi penunjang, meliputi sarana dan prasarana jalan, listrik, telekomunikasi, air minum, drainase, pengolah limbah dan lain sebagainya. Terakhir adalah biaya untuk pengadaan lahan.

Link: https://finance.detik.com/properti/d-4601022/biaya-pindah-ibu-kota-rp-466-t-ini-rinciannya

***

Warganet menyoroti besarnya biaya pindah Ibu Kota yang sebetulnya BUKAN KEBUTUHAN MENDESAK, lebih baik digunakan untuk hal yang jauh LEBIH MANFAAT DAN MENDESAK. Diantaranya untuk Kesejahteraan Papua yang puluhan tahun dikeruk kekayaan alamnya.

Kenapa pemerintah malah NGOTOT PINDAH IBU KOTA?

"Rp 466 Triliun biaya pindah ibukota mending buat kesejahteraan Papua. Mikir sampai sini gak Pak @jokowi?" kicau akun @mas__piyuuu.

Warganet lain menanggapi.

"Sebenarnya ada udang diatas bakwan Mas @mas__piyuuu spt saya tweet disini. Jd ada tiga grup besar yaitu Grup Ciputra (kode saham CTRA), Grup Agung Podomoro (kode saham $APLN) & Grup Sinarmas yg telah py lahan sebelumnya. Coba baca beritanya," komen @JayaTomo.

"466 Trilyun fee nya brp...???
Hitung sendiri deh...πŸ™ƒ," timpal yang lain.

"Mikir ? Itu bukan tugas saya. #boneka," celetuk @SBudi192.
Loading...