PERANG BINTANG PARA DALANG


PERANG BINTANG PARA DALANG

[PORTAL-ISLAM.ID] Kondisi Hutan sudah tenang. Perang sengit kemarin antara pasukan Kampret dan pasukan Cebong selama berbulan-bulan sudah mereda.

Tetapi justru di pusat Hutan sedang berlangsung perang strategi tingkat tinggi. Perang antar bintang. Perang antar Dalang.

Kabarnya hari ini, Raja Macan Ompong yang kemarin "dikalahkan" dengan strategi busuk oleh lawan-lawan politiknya akan bertemu dengan Ratu Buaya Merah. Ratu Buaya Merah adalah mantan penguasa Hutan yang sekarang lebih memilih jadi Ibu Suri.

Raja Kodok Berok yang kemarin di menangkan dan selama ini dijadikan boneka untuk menguasai hutan oleh para dalang juga akan ikut serta. Bagaimanapun dia tetap hormat dan tahu balas budi kepada Ratu Buaya Merah yang menjadi Ibu Suri. Raja Kodok Berok juga masih terhutang balas jasa kepada Raja Macan Ompong di masa silam. Selain itu Raja Kodok Berok juga sangat mengerti, kemarin dia sebenarnya kalah, kemudian dimenangkan. Dia tahu diri dan dia memahami.

Raja Serigala Hitam galau. Dia yang selama ini menjadi Penguasa bayangan sudah tahu, kalau pertemuan besok mencapai kata sepakat, dunianya sudah kiamat.

Raja Serigala Hitam benar-benar galau berat. Kabarnya Raja Serigala Hitam sampai harus datang mengadu ke pusara sang Maha Guru, Raja Kadal Beracun. Sedangkan komplotannya, si Raja Biawak juga sudah lama tidak ada kabar. Konon kena kanker usus karena terlalu sering makan bangkai. Semoga saja.

Sementara Junior mereka si Raja Cicak Bermuka Dua sudah lama tiarap. Pamornya disalip si Raja Kutu Kupret yang lebih muda dan lebih lihai untuk menjilat.

Jauh di Pinggir Hutan, Raja Monyet Abu-abu lebih galau. Dia galau dia sedih dan dia ingin bernyanyi. Harapannya untuk mendekat kepusat kekuasaan semakin jauh. Sang anak kesayangan yang ditawarkannya dengan harga murah ditolak mentah-mentah. Terlalu hijau. Lagipula track record kawanan mereka sudah ternodai. Mereka di cap sebagai kumpulan penggunting dalam lipatan. Tidak bisa dijadikan kawan. Apalagi jadi sandaran.

Kolam masih tenang. Para Cebong berpikir mereka sudah menang. Mereka tidak pernah berpikir untuk menjaga Raja Kodok Berok. Gelar juara di pertarungan untuk memperebutkan mahkota kekuasaan bisa mereka curi, tapi sekarang mahkota sekalian Raja Kodok Berok malah akan dicuri kembali oleh Raja Macan Ompong.

Jadi siapa menguasai siapa?

Kumpulan para Cebong di Kolam memang makhluk-makhluk tolol yang sangat menyedihkan. Mereka kumpulan binatang berotak minimalis yang selalu halu.

Karena selalu halu dan merasa sudah menang perang, maka para Cebong mulai mencari musuh baru, Raja Unta. Raja Babi yang sudah mereka angkat sebagai "nabi" mulai dipoles kembali. Mereka berharap Raja Babi dan Raja Unta bisa dipertemukan lagi di arena Koloseum. Kali ini pertarungannya akan berdarah-darah sampai mati.

Para Kampret lebih lihai. Mereka pura-pura terpecah. Sebagian memang pecah. Tapi semuanya konon bagian dari strategi tingkat tinggi tadi. Kesepakatannya sebagian Kampret menjadi group Pandu Sorak untuk mengalihkan perhatian. Sebagian lagi tetap lantang mengibarkan bendera perang.

Pertanyaan pertama:
Dimana para Naga Langit bersembunyi?

Mereka tetap main dua kaki dengan mulut siap menyemburkan api.

Pertanyaan kedua:
Dimana posisi Wereng Coklat dan Belalang Sembah Hijau?

Mereka menunggu. Sama sepertiku, sama sepertimu, sama seperti kita semua. Menunggu....

Note:
Perang ini bisa saja masih lama. Maka pertanyaan selanjutnya :
Para Cebong dan Kampret yang jadi rakyat jelata akan dapat apa?

(BY AZWAR SIREGAR)

*Sumber: fb

Loading...