Siapa Jerry D Gray, Bule Pengkritisi Jokowi Yang Ditangkap?


[PORTAL-ISLAM.ID] Pada Selasa (28/5/2019), Jerry D Gray ditahan polisi atas tuduhan membuat keonaran setelah videonya meminta Presiden Joko Widodo untuk turun.

Jerry D Gray sudah berstatus sebagai warga negara Indonesia (WNI) sejak tahun 2010 dan tinggal di Jakarta.

Jerry merupakan mantan anggota United Stated Air Force (USAF) atau Angkatan Udara Amerika Serikat.

Jerry dilahirkan di Jerman. Namun, ia dibesarkan di Amerika Serikat sehingga mendapatlan status kewarganegaraan Amerika Serikat.

Jerry memeluk agama Islam ketika dirinya bekerja sebagai teknisi pesawat pribadi Raja Fadh di Arab Saudi.

Jerry pernah bekerja sebagai teknisi di angkatan udara Amerika Serikat pada tahun 1978-1982. Pada saat itu, Timur Tengah, Rusia dan Libanon menjadi musuh Amerika, sehingga pikirannya pun menjadi stereotip terhadap muslim.

"Ada orang Rusia atau Libanon lewat depan saya sapa saya 'good morning Mr Jerry how are you' saya harus lapor intel, sesudah ada kontak sama intel. Free mind saya lihat Islam itu musuh," kata Jerry memulai perbincangan dengan detikcom di Polres Jakarta Barat, Rabu (29/5/2019).

Selama tinggal di Amerika, Jerry tidak pernah melihat masjid. "Kecuali di televisi, itu waktu di Amerika masih belum ada masjid di situ, dikit," kata Jerry.

Selesai kontrak sebagai teknisi pesawat di angkatan udara selama 4 tahun itu, Jerry jatuh miskin. Jerry juga saat itu baru lulus dari Universitas Hawaii.

"But then Allah bikin saya miskin. So, waktu saya keluar dari angkatan udara dan baru lulus dari Universitas Hawaii--yang teknisi engineering pesawat--keluar dari angkatan udara, Amerika sedang krismon (krisis moneter)," kata pria kelahiran Jerman ini.

Pengalaman Jerry saat itu belum mumpuni. Namun, Jerry merupakan salah satu siswa berprestasi di kampusnya, hingga akhirnya mendapatkan tawaran untuk bekerja di Arab Saudi sebagai teknisi pesawat.

"Arab Saudi mau tarik saya untuk jadi teknisi pesawat pribadi Raja Fadh, saya nggak mau ke sana, takut, takut sama muslim," ucap Jerry.

Karena situasi sedang krisis ekonomi, tidak ada pilihan lain akhirnya Jerry menerima tawaran itu. Jerry masuk ke Arab Saudi dengan penuh ketakutan.

"Ini tangan saya begini (bergetar) waktu masuk Arab Saudi, saya betul-betul takut sama muslim," katanya.

Namun, setelah sekian waktu tinggal di Arab Saudi, cara pandang Jerry terhadap muslim pun mulai berubah. Jerry melihat muslim bukan musuh.

Selama bekerja di Arab Saudi, Jerry mendapatkan banyak pengalaman. Dia merasa takjub ketika melihat mobil-mobil berhenti di pinggir jalan saat terdengar suara adzan.

"Yang amazing untuk saya di luar Jeddah ada suara adzan 'Allahu Akbar...Allahu Akbar', ini mobil-mobil nggak kenal bukan lagi konvoi, mobil parkir di samping nanti ada yang ikut semua salat di pinggir jalan. Saya nggak pernah lihat itu di Sudirman sudah adzan semua stop, salat, di mall-mall tutup, salat dulu," lanjutnya.

Jerry kemudian bercerita ketika dia masuk ke sebuah toko emas di Arab Saudi pada saat adzan. Jerry melihat toko itu tidak ditutup dan tiada pegawai menjaganya.

"Ada toko emas mungkin dua kali besar kamar ini (ruangan penyidik, red), ini tembok semua ada emas. So di situ tidak ada CCTVcamera, saya mau beli gelang dari gaji pertama untuk ibu saya, saya masuk pintu itu nggak ada orang, ini berapa puluh kilo emas nggak mau mencuri," tuturnya.

"Saya tunggu di luar jauh dari pintu, lama-lama orang ini balik lagi 'kamu kenapa tidak duduk di dalam' takut bapak pikir saya maling nanti hukum di sana potong tangan. 'Nggak', dia bilang 'ini semua Allah punya bukan kamu atau orang lain lebih perlu ini dari saya, ini bukan saya punya, saya nggak bisa bawa ini ke akhirat'," katanya.

Mendengar hal itu, Jerry hendak menitikkan air mata.

"Saya tidak bisa lihat iman sebelum hari itu and then sudah lihat ini orang-omong sama dia, ternyata saya mau nangis," ujarnya.

Sejak itu, dia mulai tertarik mempelajari Islam. Bahkan hati Jerry tergetar setelah dirinya memegang Alquran.

"Waktu pegang Alquran bahasa Inggris pertama kali, mau buka sudah nangis. Sudah tahu isi di dalam itu (Alquran) betul bener..bener..bener," imbuhnya.

"So, habis pegangi Alquran sudah mau syahadat, dua minggu saya ke Jeddah Islamic Center mau tahu apa itu Islam, nggak mau masuk. Malam pertama udah nggak bisa tahan, balik ke rumah langsung syahadat. So, semua mulai dari situ," bebernya.

Dari Arab Saudi, Jerry datang ke Indonesia tahun 1985. Dia pertama masuk Jakarta kemudian yang bersangkutan bekerja sebagai instruktur seperti diving dan kini menekuni Tibun Nabawi (pengobatan cara Nabi).

Setelah menjadi mualaf, Jerry D Gray juga adalah penulis sejumlah buku Best Seller. Diantaranya: Allah Loves Me (2015), Rasulullah Is My Doctor (2010), Fakta sebenarnya tragedi 11 September (2004), Bayang-bayang gurita: mengungkap pergerakan Freemason dan organisasi anti Islam dunia (2005).

Terkait soal penahanan atas dirinya. Jerry merasa diperlakukan tidak adil dalam kasus itu, sebab, menurutnya apa yang disampaikannya dalam video itu adalah kebebasan dalam berekspresi.

"Sudah not fair banget, if (jika) saya harus masuk penjara, karena (apa yang saya sampaikan) it's my rights freedom of expression. (Pernyataan) Itu bukan ajak semua teman-teman jihad turun kita harus bunuh orang itu, lain lagi," kata Jerry, seperti dilansir detikcom, Kamis (30/5/2019).

Jerry merasa tidak bersalah atas ucapannya itu. Dia kembali menegaskan bahwa dirinya adalah korban.

[Video Pernyataan Jerry D Gray yang membuatnya Akhirnya Ditangkap]
Loading...