Perlawanan Palestina Patahkan Kemampuan Israel


[PORTAL-ISLAM.ID]  Sejumlah pengamat politik Israel mengkritik langkah gencatan senjata yang dilakukan Israel dengan perlawanan Palestina di Gaza, mereka menganggap hal itu sebagai ketundukan Israel terhadap provokasi Hamas, dan kehilangan kemampuan Israel menundukan Hamas.

Anggota parlemen Israel dari partai Likud, Jadon Saer mengungkap kegagalan militer Israel, dan menyatakan bahwa gencatan senjata di tengah komunikasi yang terus berlanjut, menandakan ketidakberhasilan capaian Israel, dan perang tak dapat dihalangi, hanya ditunda saja.

Kepala lembaga Kahol Lavan, Beny Gants menyebutkan, hampir 700 roket ditembakan dari Gaza ke wilayah Israel (baca: wilayah jajahan Israel -red), banyak korban luka berjatuhan, dan 4 orang tewas, semua ini disebabkan ketidakmampuan Israel menundukan perlawanan Palestina.

Semua yang dilakukan pemerintah, sekali lagi adalah membawa kami kedalam perang mendatang, dan sekiranya hal itu terjadi, kami berharap Israel mampu memenangkannya, ungkap Gants.

Beny Gants merupakan mantan panglima militer Israel yang dituduh melakukan kejahatan perang saat agresi Gaza tahun 2014 lalu.

Dalam konteks yang sama, anggota parlemen Israel Shely Yahmovitz dari partai buruh mengatakan, “Tanpa visi politik dan strategis, hanya akan membawa kepada perang di masa mendatang.”

Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu pada Senin akhrinya mengambil keputusan gencatan senjata setelah wilayah Israel dua hari berturut dibombardir 700 roket yang dilancarakan Hamas dan Jihad Islam dari Gaza.

Serangan ratusan roket perlawanan Palestina ini membuat empat orang Israel tewas dan dua juta penduduk Israel dicekam ketakutan sehingga melumpuhkan normalitas kehidupan mereka di wilayah radius 40 km perbatasan Gaza.

Hamas: Perlawanan Terbukti Menjadi Perisai Rakyat


Juru bicara Gerakan Perlawanan Islam Hamas, Hazim Qassim, menegaskan bahwa perlawanan terbukti menjadi "perisai rakyat" selama putaran eskalasi serangan yang dilancarkan penjajah Israel ke Jalur Gaza baru-baru ini.

Qassim mengatakan, selama menghadapi agresi terakhir di Jalur Gaza, perlawanan telah menorehkan peta kerja untuk menghadapi rencana "deal of century", dengan mengeksploitasi faktor-faktor kekuatan dalam gerakan nasional Palestina, yang mampu memaksakan kehendaknya pada berbagai pihak.

Dia menambahkan bahwa dengan mengandalkan aksi perlawanan militer dan masyarakat, dapat menekan semua pihak yang mencoba merusak hak-hak rakyat Palestina di tanah dan tempat-tempat sucinya.

Dia menjelaskan bahwa kondisi persatuan di lapangan dan politik telah menggandakan dampak aksi perlawanan, dan mencegah penjajah Israel melakukan upaya apapun untuk mempengaruhi situasi internal.

Sumber: PIP
Baca juga :