Mempertanyakan Tokoh-tokoh Islam Diundang ke China, Lalu Bilang Tidak Ada Masalah Pemerintah China dengan Umat Islam Disana


[PORTAL-ISLAM.ID] Tokoh pemuda Islam yang juga koordinator jubir BPN, Dahnil Anzar Simanjuntak mempertanyakan sikap beberapa tokoh Islam yang diundang ke China, keliling beberapa hari, lalu sepulangnya dari China berlaku seperti jubir pemerintah China dengan mengatakan tidak ada masalah RRC dengan umat Islam disana, termasuk soal minoritas muslim Uyghur.

"Sekali lagi saya mau minta penjelasan dengan tokoh-tokoh Islam yang sempat diundang keliling Tiongkok yang tiba-tiba sepulangnya dari sana, bicara di Indonesia menyampaikan tidak ada masalah dengan umat Islam di Cina," kata Dahnil Anzar melalui akun twitternya (11/5/2019).

Dahnil mencamtumkan laporan dari Amnesty Internasional terkait kondisi mengenaskan muslim Uyghur yang mendapat perlakuan diskriminatif dan represif dari pemerintah China terutama di bulan suci Ramadhan.

"#Ramadhan telah tiba. Muslim di seluruh dunia berpuasa selama satu bulan. Namun, muslim di #Uyghur, Provinsi #Xinjiang, #Cina tidak dapat melakukannya!" tulisan laporan Amnesty Internasional.

Lebih lanjut Amnesty Internasional menyebut:

"Mempertunjukkan afiliasi keagamaan dimuka umum - menumbuhkan janggut yang "abnormal", menggunakan kerudung, melaksanakan shalat, berpuasa, dan menghindari alkohol - dianggap "tanda ekstrimisme" oleh pemerintah setempat."

"Melaksanakan salah satu dari kegiatan di atas dapat membuatmu ditahan di kamp-kamp yang disebut oleh pemerintah #Cina sebagai "pusat transformasi melalui edukasi." Hingga saat ini, lebih dari 1 juta orang ditahan secara paksa di kampi di Provinsi #Xinjiang tersebut."